Thing(s) you (probably) gonna miss when you’re not in Holland

Dulu pertama kali datang ke Belanda, ada beberapa hal di sini yang buat saya baru sama sekali dan ga pernah saya temukan di Indonesia, khususnya makanan. Ada juga beberapa kebiasaan yang buat saya sampai saat ini juga termasuk unik.

Postingan ini tidak membahas tentang delft blauw, klompen, bunga tulip (di beberapa negara lain juga banyak tulip kok), atau kincir angin ataupun keju =) pasti udah banyak juga yang membahas itu ya.
Ketika saya kembali ke Indonesia for good tahun 2009 lalu, ada beberapa hal yang bikin saya kangen Belanda. Saya bukan pencinta keju ataupun penggila coklat (yah masih dalam kadar normal aja lah :)) jadi bukan itu yang saya kangenin banget-banget. Masih banyak hal lain yang menurut saya lebih menarik dan bikin kangen dari Belanda.

Mungkin aja buat orang lain yang saya tulis di sini ga penting banget, tapi buat yang pernah ke Belanda dan pengen bernostalgia semoga aja postingannya bisa bikin sedikit hepi dan ikut mengiyakan๐Ÿ˜‰

Rencana awal si tulisan ini cukup dibuat dalam satu postingan, tapi banyak banget ide yang bermunculan di kepala. Jadi besar kemungkinan suatu saat nanti saya akan tulis satu postingan lagi dengan topik yang sama hehe =) untuk sementara monggo dinikmati dulu yang ini yaaa

1. Kapsalon

No, in this case it’s not a place where you can cut your hair. It’s a sort of meal you can find here (i guess only here) in Holland.

image

photo taken from Wikipedia

Sebagaimana dikutip dari wikipedia, kapsalon ini bermula dari seorang hairdresser di Rotterdam yang meminta dรถner shop di dekat salonnya untuk meng-combine semua ingredients favorit dia ke dalam satu wadah.

Mau tau ga isi kapsalon apa aja?
Seperti yang terlihat di gambar berikut, kapsalon adalah gabungan dari french fries, shoarma (daging kebab), salad, ketimun dan kol (juga onion kadang-kadang), kemudian keju, dan garlic sauce (khas dรถner) – plus sambal bagi yang suka pedas.
image

guilty pleasure banget deh kalo makan ini. You know, jumlah kalori dalam satu kali serving kapsalon adalah approx.1800 kcal! Parah ya hahahaha, makanya ga boleh makan sering-sering yang beginian!

Menurut info yang saya dapat dari teman, ada beberapa tempat dรถner yang boleh men-subtitute french fries dengan nasi. Nah, pas banget kan sama lidahnya orang Indonesia ๐Ÿ˜‰

2. Nasi untuk dessert (a.k.a. Rijstevlaai๐Ÿ˜)

Cake ini bagian tengahnya adalah nasi (umm ga seperti nasi biasa si, tapi lebih ke bubur padat), kemudian diberi topping whipped cream dan shreded chocolate.

Rasanya? Buat saya ini enak banget! Bagian dasar cake ini agak mirip dengan pie, kemudian isinya (si nasi) lembut tapi padat. Belum lagi ekstra rasa dari si cream dan coklatnya. Hmmm..a must try kalo sedang berkunjung ke Belanda deh.

Menurut informasi dari suami, rijstevlaai ini adalah salah satu makanan khas yang berasal dari daerah Limburg (dan Brabant).

3. Slagroomijs

Ini mungkin ga begitu spesial, tapi buat saya agak lucu aja, ada istilah slagroomijs disini (which litteraly means whipped ice cream). Istilah ini dipake untuk jenis es krim lembut (soft ice cream) semacam ice cream cone yang dijual oleh McDonalds.

Slagroomijs yang cukup terkenal adalah yang ada di Amsterdam. Nama tempatnya banketbakkerij van der Linde. Kadang kalo lagi rame (terutama di musim panas pastinya ya) antriannya bisa panjang banget! Tapi emang enak si hehe.

image

image

4. Naik sepeda ala orang Belanda

Pasti udah pada tau ya kalo di Belanda cycling is so popular. Dua video di bawah ini sedikit banyak menggambarkan bagaimana orang Belanda bersepeda. I have experienced few of them (one to mention: bersepeda sambil payungan!). Satu yang saya kurang setuju (dari cuplikan video di bawah ya) adalah berdiri di boncengan. It’s too dangerous man.

Pernah saya punya pengalaman minta dibonceng sama teman kuliah saya yang orang Belanda. Dia jalan terus dan saya disuruh ngejar trus lompat ke boncengan. Ya saya bete dong, kenapa jugaaa disuruh ngejar-ngejar gitu. Biasanya kan kalo di Indonesia kita langsung nangkring di boncengan yaaa, ternyata kalo di sini caranya beda hahaha. Mau tau caranya? Liat video di bawah ini ya๐Ÿ˜‰

5. Efteling

the newest ride from efteling in 2015, Baron 1898

Efteling adalah pretpark kebanggaan Belanda yang paling hits di antara orang-orang Belanda, bahkan mungkin lebih tenar daripada Disneyland ataupun Legoland. Anak-anak saya aja udah berkali-kali ke sana setiap pergi selalu excited. Memang, menurut saya efteling bisa dibilang lebih “ramah” bila dibandingkan dengan disneyland dan legoland. Mengapa? pertama, pengunjung boleh bawa makanan atau minuman sendiri (kalo mau sedikit repot), dan apabila ga bawa harga makanan dan minuman di efteling masih cukup bersahabat.

Mungkin Legoland masih lumayan ya, tapi kalo Disneyland ampun deh. Untung agak jauh jadi kalo mau ke sana berkali-kali agak mikir juga haha (mami peliiit .*p)

the entrance of efteling during winter. so pretty!

 

Oh ya, salah satu atraksi terbaru di Eftelingย as I mentioned earlierย di atas adalah rollercoaster yang cukup ekstrim bernama “Baron 1898”. Kurang tau juga sejarahnya, tapi rollercoaster ride ini menukik ke bawah hampir 180 derajat, masuk terowongan underground, kemudian going upside down dengan kecepatan yang wuihhh, cepet!

kalo saya disuruh naik ini, mungkin saya harus mabok dulu berbotol-botol sampe tidur dan ga sadar kalo naik ya alias its a NO NO for me. yaya you can call me een watje (sissy:p) for this one..udah tua ga suka atraksi yang terlalu menantang (hihi alesan deh yaaa).

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di link di bawah ini.

So, there you go ๐Ÿ™‚ some things that would make me miss Holland if I’m not here. Sebenernya si masih banyak yang mau ditulis, tapi saya coba rangkum di lain waktu dan lain postingan aja ya biar ga kepanjangan.

feel free to share your idea(s) on what you miss from Holland here!

tot volgende keer.

Advertisements

About Molar Pregnancy

Banyak orang yang belum sepenuhnya (atau bahkan tidak sama sekali) paham apa itu molar pregnancy. Kalo di Indonesia, orang-orang menyebutkan dengan istilah “hamil anggur”. Meskipun bisa dibilang cukup jarang kasusnya (situs americanpregnancy.org menyebutkan bahwa di Amerika Serikat kemungkinan molar pregnancy adalah 1 dari 1000 kehamilan), tapi kita ga bisa mengacuhkan kemungkinan kalo kita juga bisa mengalaminya. Obgyn saya pernah bilang bahwa kasus wanita dengan molar pregnancy ini lebih banyak terjadi pada wanita asia (di situs yang sama disebutkan juga bahwa wanita di Meksiko, Asia Tenggara (termasuk Filipina) memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita di Amerika Serikat).

Jadi apa sebenarnya molar pregnancy dan apa penyebabnya?
Dikutip dari penjelasan dokter obgyn saya dan beberapa situs (www.cancerresearch.org dan americanpregnancy.org), disebutkan bahwa molar pregnancy adalah keabnormalan yang terjadi pada plasenta yang disebabkan oleh “genetic error” dalam proses fertilisasi sehingga tumbuh dan berkembang menjadi jaringan abnormal di dalam rahim (uterus).

Pertumbuhan jaringan ini cukup cepat dan bentuknya menyerupai buah anggur. Dari bentuknya inilah makanya di Indonesia molar pregnancy dikenal sebagai hamil anggur (walaupun sebagian besar salah paham dan mengartikan bahwa hamil anggur itu berarti embrio nya tumbuh dan berkembang di luar rahim).

Untuk bentuk dan sedikit penjelasannya bisa dilihat di cuplikan video di bawah ini:

Molar pregnancy is treatable and can be cured. Sebagian besar wanita yang mengalami ini bisa disembuhkan (saya lupa angkanya, tapi presentasinya cukup menjanjikan kok :)). Biasanya dokter akan menganalisa kondisi pasien dan kemudian membuat prognosis (kemungkinan dari kondisi dan treatment/perawatan yang bisa dilakukan). Dokter menghilangkan jaringan dari rahim dengan proses surgery (curettage – Kuret) dan biasanya setelah surgery tidak diperlukan perawatan lainnya. Ada sebagian kecil wanita yang setelah proses operasi namun jaringan molarnya masih tetap ada di rahim, atau bahkan menyebar ke bagian lain dari jaringannya. Apabila ini terjadi, biasanya tindakan lebih lanjut perlu dijalankan (melalui terapi hormon).
Molar bukanlah kanker, tapi seandainya molar pregnancy tidak ditangani dengan benar, ada kemungkinan jaringan yang tumbuh bisa berkembang menjadi kanker.

Oh ya, molar pregnancy itu ada dua jenis: Complete dan Partial.

Disebut complete molar pregnancy apabila yang tumbuh dari proses fertilisasi hanya plasentanya saja (embrio nya seperti kosong), si sperma (yang dari genetiknya mungkin tidak sempurna) membuahi sel telur kosong. Karena sel telurnya kosong, tentu embrio tidak terbentuk. Plasenta tetap tumbuh dan menghasilkan hormon kehamilan (hCGhuman Chorionic Gonadotrophin).

Sementara partial molar pregnancy terjadi apabila dalam rahim tumbuh jaringan abnormal (molar) dan embrio yang kemungkinan besar memiliki birth defects (cacat lahir). Dalam kasus ini fetus akan tergilas pertumbuhannya dan kalah dari pertumbuhan jaringan molar.

Gejala yang cukup jelas kalo kita mengalami molar pregnancy adalah rasa mual yang berlebihan pada awal kehamilan (akibat hormon hCG yang gila-gilaan tingginya) dan tentu saja yang paling jelas terlihat ada pada hasil USG ya. Dokter sendiri biasanya ga akan yakin 100% kalo jaringan yang tumbuh adalah molar. Tapi mereka akan melihat dari foto USG dan gejala-gejala yang pasien rasakan. Setelah itu biasanya mereka menyarankan untuk secepatnya dilakukan operasi (kuret). Jaringan yang diambil itu nantinya akan dites dan dari situ baru deh bisa disimpulkan apakah jaringan tersebut molar atau bukan. Kalo benar molar, biasanya pasien akan diminta untuk cek hormon tiap waktu tertentu sampai tingkat hormon hCG nya normal dan stabil. Tindakan curettage sendiri memang tidak akan membuat hormon hCG otomatis normal kembali. Perlu beberapa waktu agar tubuh si wanita beradaptasi dengan kondisinya dan kembali normal.

Tapi jangan pernah menyalahkan salah satu pihak seandainya ini terjadi pada kalian ya. Berbagai penelitian juga tidak pernah bisa menjelaskan mana yang menjadi penyebab utama terbentuknya molar (sel sperma yang tidak sempurna atau sel telur yang tidak sempurna atau dua-duanya tidak sempurna). Cara yang paling baik menghadapi situasi seperti ini adalah hadapi secara bersama-sama. Walaupun molarnya tumbuh dalam rahim wanita, ga berarti suami bisa langsung menyalahkan kalo si wanita ga menjaga diri dengan baik ya. karna seperti yang saya bilang sebelumnya, ga ada yang bisa menyebutkan dengan pasti kalo sel sperma yang membuahi itu sehat sepenuhnya (kalo sehat kenapa bisa nyasar ke sel telur yang kosong ya hihi).
Lakukan apa yang dokter sarankan, mereka tahu apa yang terbaik untuk pasiennya. Secepatnya konsultasi ke dokter setelah mengetahui ada yang terasa ga normal terjadi dengan kondisi tubuh kita.

ps.
Di postingan lain saya akan share pengalaman saya yang kebetulan pernah berhadapan dengan kondisi ini. Kejadiannya persis setahun yang lalu. Kalo cerita disini kepanjangan soalnya hehehe.

5 Things that (unfortunately) I don’t Miss from Indonesia (Jakarta dan sekitarnya to be precised :))

Baru aja selesai browsing dan baca-baca blog di dunia maya yang keren-keren dan inspiratif (bermula dari nemu blog link http://www.mamarantau.com kemudian loncat ke blog nya mbak Lorraine yang udah puluhan tahun emigrasi dari Indonesia ke Belanda, sampai berlanjut melompat ke blog-blog lainnya secara sekilas), jadi terinspirasi deh buat nulis topik ini.

Anggap aja buat nyenengin diri sendiri ya hehe.
Bukannya saya ga cinta Indonesia (terutama Jakarta (dan sekitarnya), tempat dimana saya menghabiskan sebagian besar hidup saya sebelum pindah kesini), tapi harus juga diakui ada beberapa hal yang bikin kita kadang jadi males sama ini kota(kota). Mungkin hubungan saya dengan mereka bisa dibilang “love and hate relationship” ya =)

Note: list ini bisa jadi cuma berlaku buat saya, tapi mungkin yang lain juga setuju dengan beberapa yang saya tulis. Bahkan bisa jadi list-nya malah kurang hehe.

1. Macet

Saya bersyukur banget sekarang udah terlepas sama masalah ini (setidaknya most of the time the roads here are less hassle than in Indonesia). Sebelum Kantor saya pindah ke Kuningan (Ditjen HKI dulunya berlokasi di Tangerang), perjalanan masih lumayan, meskipun kalo udah lewat jam tertentu bisa terjebak di satu titik (perlintasan kereta) dan kalo udah gitu ya udah terima aja nasibnya ๐Ÿ˜€ Tapiii, seterjebak-terjebaknya paling lama perjalanan akan makan waktu sekitar 2 – 2,5 jam. Kalo normal biasanya akan makan waktu sekitar 1-1,5 jam. Still reasonably ok lah (hihi, kayanya karna udah terbiasa jadi ok ok aja ya).
Kebetulan lagi saya sempat beberapa bulan ikut jemputan, tapi karna waktu pulang jemputan yang kurang bisa fleksibel – ada beberapa pegawai yang bahkan sebelum waktu pulang udah duduk manis di jemputan (dan saya adalah pegawai yang dedikatif yang kadang kalo kerjaan belum tuntas pengennya ya diselesaikan dulu meski harus terlambat pulang beberapa menit – mencoba self promoting nih hihi), akhirnya saya putuskan untuk ngangkot aja. Tapi sebenernya naik angkot jurusan ini memang agak risky si karna banyak gerombolan begal/copet yang suka ikut naik trus pura2 apalah supaya (calon) korbannya jadi hilang konsentrasi dan gampang dicopet. Anyway, beruntung selama beberapa kali naik dan kayanya seangkot sama copet-copet itu saya masih dilindungi Allah dan lolos dari terkaman maut mereka hehehe.

Semenjak kantor pindah ke Kuningan – Jakarta, perjalanan menuju kantor dan pulang ke rumah (orang tua) jadi agak nyiksa. Rumah orang tua saya berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan. Perjalanan ke arah-arah ini memang terkenal banget dengan macetnya, jadi kebayang kan tiap hari harus menempuh waktu berapa lama. Tiap hari (kerja) saya harus bangun jam 4 pagi, trus siap-siap dan kalo ga mau telat masuk (dan dipotong remunerasinya) saya harus berangkat paling lambat jam 5.30. Bersyukur saya waktu itu masih bisa bareng alm. Bapak yang kebangetan sayang sama anak(anak)nya sampe beliau rela muter supaya bisa ngelewatin kantor saya (dan adik saya). Kalo saya berangkat bareng alm. bapak biasanya saya aman, sebelum jam 8 sudah sampe kantor, kecuali kalo keluar dari rumah udah telat. Herannya itu telat 5 menit aja akibatnya bisa jadi berlipat-lipat deh! Ga ada itu teorinya telat berangkat 5 menit trus sampe kantornya telat 5 menit juga. Biasanya kalo udah telat keluar 5 menit pasti sampe kantornya jadi telat at least setengah jam. Heraaannn, coba uang yang kaya gitu ya, nabung seribu nanti pas mau diambil jadi sepuluh ribu (hihihi ngarep).

Biasanya saya juga suka naik kopaja kalo saya ga bareng alm.bapak (atau naik taksi – kalo tiap hari naik taksi saya bisa bangkrut cin, secara sekali jalan bisa lebih dari 100rb argonya). And you know kaaan, kopaja itu kalo belum penuh (baca: desek2an kaya ikan teri pepes) ga bakalan beranjak dari tempat mereka ngetem. Duh belum lagi harus siap diinjek, disikut, ato apalah yang mengurangi rasa nyaman di perjalanan. Kalo lagi beruntung biasanya saya bisa sampe juga di kantor di menit-menit terakhir. Tapi kebanyakan si lewat hahaha. Oh ya, kalo pagi berangkat on time biasanya waktu tempuh sekitar 1,5 jam, dan kalo telat dan kondisi traffic lagi ga biasa waktu tempuh bisa membengkak jadi 2,5 sampai 3 jam. Kalo waktu pulang? Hampir bisa dipastikan waktu tempuh rata-rata adalah 2-3 jam saja zz. Ga peduli mau naik apa ini hampir setiap hari sama. Sedap ya. Makanya suka sedih kalo liat alm. Bapak yang harus ngalamin perjalanan kaya gitu setiap hari (bahkan sampai dua hari sebelum beliau meninggal). Akh..Alhamdulillaah sekarang beliau ga perlu ngerasain lagi yang kaya gini ๐Ÿ™‚

Beberapa bulan sebelum saya pindah for good ke Belanda, akhirnya saya mutusin untuk ngekost aja di daerah kuningan-setiabudi. Biar saya punya sedikit waktu lebih untuk istirahat dan ga stress mikirin takut telat melulu.

Konon kabarnya sekarang jalanan di sekitar Sudirman Thamrin Kuningan semakin parah macetnya. Karna sekarang kan lagi ada pembangunan MRT dan juga monorail (kalo ga salah ya) makanya jalanan disana jadi makin semrawut. Terakhir saya di Jakarta Agustus lalu sempet juga si ngerasain macetnya, tapi menurut saya masih sama-sama aja dengan terakhir sebelum saya pindah (ato mungkin sayanya kurang peka ya? ๐Ÿ˜)

Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat kondisi jalan di sana akan jadi lebih baik dan semakin berkurang macetnya.

2. Non-friendly environment for Pedestrians

Beberapa tahun yang lalu (ga lama-lama banget si sebenernya) buat gedung-gedung di kawasan sudirman dan thamrin ada kewajiban untuk memangkas lahan mereka untuk dibuat jadi trotoar yang luasnya cukup nyaman untuk para pejalan kaki.

Awalnya si berjalan lancar, makin banyak pekerja yang kantornya berlokasi di sekitar kawasan ini memilih jalan kaki kalo mau lunch atau ada keperluan di daerah sekitar. Tapi entah kenapa lama-lama fungsi trotoar berubah jadi tempat parkir atau tempat lalu lalang sepeda motor, terutama kalo waktu sudah mendekati jam pulang kantor. Belum lagi sekarang. Semenjak ada pembangunan MRT di kawasan ini, saya sedih ngeliat kondisi sekitar. Banyak pohon-pohon besar yang ditebang, dan trotoar sekarang dialihfungsikan dan dibongkar untuk kepentingan jalanan kendaraan (hiks).

Nevertheless, kondisi di sekitar perkantoran itu (Sudirman Thamrin dan Kuningan) masih cukup lumayan lah ya. Pernah nyoba jalan di pasar tradisional ga? Mulai dari yang ekstrim macam pasar ciputat (ini pasar terdekat dari rumah), sampe pasar tradisional yang udah agak modern macam pasar mayestik. DUH! Udah dijamin bakalan susah melangkah deh. Mulai dari jalanannya yang seringan becek dan kotornya daripada amannya, bau yang semriwing dari tumpukan sampah di sekitar, sampe ikutan ngantri juga sama kendaraan yang lagi mau nyari dan keluar dari parkiran. Amazing yaa.

Di Drunen untuk fresh market macam pasar tradisional di Indonesia biasanya cuma ada setiap hari jumat pagi sampai siang. Kondisinya? Sekotor-kotornya pasar disini ga akan lah bisa ngalahin becek dan kotornya pasar tradisional indonesia. Hehehe.

3. Littering/Menyampah

Nah, yang ini lagi deh. masih sering kan liat di jalanan, mobilnya kereeen banget, trus begitu tu mobil buka kaca tiba-tiba bertebaranlah segala bungkusan (dan mungkin yang lainnya juga) dari jendela tu mobil. mobilnya lebih keren daripada mental yang punya yah. KASIAN.
Belum lagi sampah yang berserakan di jalan-jalan. orang-orang asik aja buang sampah sambil lalu (maleees banget nyari atau jalan dikit ke tempat sampah). herannya, kalo orang-orang indonesia ini lagi traveling ke Singapura bisa patuh loh. ga ngerti mentalnya mereka gimana diajarinnya -_-

Di Belanda sebenernya dibilang bersih banget kaya Singapura ya ga juga si (apalagi kalo udah musim gugur kaya sekarang ini *sambil nengok keluar liat tumpukan dedaunan di trotoar*). tapi at least selama sama tinggal di sini (yang masih itungan 3 kali umur jagung ajah) saya ga pernah liat ada mobil yang penumpangnya buang sampah di jalan!
atau mungkin kebiasaan itu cuma ada di Indonesia ya? hmmm..

4. Para pemotor (atau Laler? atau juga Nyamuk ๐Ÿ˜)

kenapa hayooo saya manggilnya laler ato nyamuk? soalnya biasanya kalo di depan lampu merah mereka itu kumpul udah kaya laler atau nyamuk yang senengnya berkerumun dan berisikkkk. suara gerungannya. bener mirip kan? hehehe maksaaa.

saya sebenernya ga anti sama sekali dengan motor. bahkan angkutan favorit saya (terutama kalo lagi dikejar waktu) ya ojek. tapi ini ga berarti saya ga sebel juga sama para pengendara motor. kebanyakan warga di indonesia itu nekat loh. nekat ga pake perlengkapan (pakaian) yang aman selama mengendarai motor, belum tentu juga mereka semua punya SIM (yang berlaku). ditambah lagi moso’ anak-anak yang masih di bawah umur yang suka dibolehin aja bawa motor sama orang tuanya (masih seumuran anak smp gituuu – ya kecuali itu anak ga naik bertahun-tahun yak wkwk). apa mereka ga kawatir ya kalo nantinya terjadi apa-apa sama anaknya? aku aja kayanya kadang (masih) ga rela ngebiarin anak-anak naik sepeda keliling komplek sini (emak posesip :p)

kalo pemotornya toleransi dengan pengguna jalan lainnya (mobil, pejalan kaki) si mungkin keluhan ini ga akan keluar. tapi kebanyakan pemotor kelakuannya itu lohhh..asal terobos jalan lewat trotoar, belum lagi suka jalan melawan arah (contra flow), trus ga sabaran, senengnya nyempil-nyempil di jalan sampe-sampe para mobil kesenggol (kadang spion, kadang, bumper hhhrrrrhhhh, udah gitu kalo abis nyenggol cuma bhayyy aja sambil trus melaju). intinya kalo papasan sama pejalan kaki, pejalan kakinya yang salah, kalo sama mobil ya mobilnya yang salah lah!

menjamurnya motor jenis yang banyak beredar di Indonesia (120-125 cc) di-trigger juga dengan serangan impor sepeda motor murah dari China dan juga mudahnya mereka ambil kredit untuk motor. cuma tinggal setor 500 ribu aja udah bisa bawa pulang ke rumah. untuk cicilan per bulan yaa liat nanti aja lah, kalo ga bisa bayar ya ambil aja lagi tu motor. anggap aja cuma sewa ya cin ๐Ÿ˜€
kalo udah kaya gini pemerintah mungkin udah sepatutnya membatasi kepemilikan motor untuk satu keluarga. atau disusahin sedikit laaah untuk proses kreditnya. atau lagi ya dinaikkan aja harga jual dan pajak motor nya =)

5. Hyperbolic TV Shows

siapa yang kemarin ikutan mantengin perkawinan Anang – Ashanty, atau Raffi – Nagita di TV? atau ngikutin sinetron tersanjung berseri-seri atau cinta fitri atau tukang bubur naik haji atau sinetron apalah yang ga selesai-selesai ceritanya? hayo ngakuuu hahhaaha
mau tanya deh. sebenernya manfaat dari nonton acara-acara kaya gitu apa ya? menghiburkah buat para penontonnya? acara-acara hiburan (lokal) yang ditayangin TV nasional itu kebanyakan cuma menjual mimpi yang cenderung ga masuk akal, merendahkan dan menyetereotipekan kelompok tertentu dengan sesuatu (misal kalo petani hidupnya di kampung, trus senengnya makan singkong, dan biasanya hidupnya sangat sederhana), mengajarkan orang untuk bertindak ekstrim (bahkan untuk marah mata HARUS melotot hihi), mengajarkan rasa dengki, iri, sirik hati, beberapa hidupnya selalu tertindas (ini kalo orangnya cakep atau aslinya kaya biasanya hahaha) dan lainnya lagi yang buat saya si keseringan ga masuk di akal.

Oh ya, belum lagi bagaimana vulgar (dan subjektif)nya para redaktur TV dalam mengemas berita. DUH. tanpa sungkan mereka menayangkan muka korban pembunuhan, atau pelaku nya, atau bahkan korban kecelakaan (dan bencana). apa mereka ga punya hati ya, saya suka sedih kalo melihat berita yang terlalu obnoxious kaya gini. mungkin mereka harus ngerasain jadi keluarga orang yang terlibat dalam berita itu kali ya. mungkin baru hati nurani mereka terketuk dan kemudian mengurangi intensitas visual yang ditayangkan dan menjadi lebih “human” friendly. saya juga ga ngerti deh, apa mereka melakukan check and balance sebelum menayangkan berita. kayanya sekarang-sekarang ini di Indonesia semakin kontroversial itu berita, akan semakin banyak yang nonton (oh no sedihnya..:()

untuk masalah subyektif, ini jelas banget karna pengaruh kepentingan pemilik stasiun TV masing-masing. intinya, mereka hanya akan menayangkan sesuatu yang tendensinya mendukung si pemilik stasiun, bukan kepada kebenaran isi berita. ampunnn banget ini kan ya, stasiun TV juga diikutsertakan untuk membangun image mereka demi kepentingan politik semata. makanya juga jangan salahkan kalo orang indonesia yang nonton acara lokal jadi makin berkurang.

masih ada lagi komen saya untuk acara yang ditayangkan di tv lokal/nasional. tengtereeeng…komennya saya tujukan untuk acara-acara religius.
kalo untuk acara yang penyampaiannya normal-normal aja saya sangat ga masalah (bahkan bisa jadi bahan referensi kita untuk tahu hal-hal yang kita ga tahu), tapi kok buat saya ga pantes ya kalo tausiyah (ceramah) yang diberikan itu dimain-mainin, supaya jadi lucu, atau kalo doa lebhaaaayyy banget sampe sok-sok terisak-isak (tapi abis itu ketawa lagi. LAH mana bisa ik percaya kalo doanya dia panjatkan dengan bener2 kalo perubahannya cepet begitu ya?). ada juga di acara religius lain yang kalo baca doa sampe berapi-api, atau ditunjukkanlah kalo si ini bisa menyembuhkan orang (or something related with mukjizat gitu lah). kalo kata temen saya, para ustad/ustadjah (atau mereka-mereka yang ngaku ustad) yang udah tampil di tv dan tenar itu biar gimana juga jadi ga murni niatnya. mereka bukannya qona’ah dan ikhlas memberikan syiar tapi mungkin yang diliat lebih dulu ya berapa bayarannya. eh, tapi saya ga mau suudzon ah hehe..bisa juga mereka ikhlas kok :).

Anyway.

ada juga si acara-acara lokal yang cukup bagus, tapi kalo dibandingin yang ga mutu yah…ga usah dibandingin aja deh ya malu ngomongnya :p
sebenernya acara asing juga ga bagus-bagus amat si, tapi setidaknya mereka lebih bervariasi dan memberikan pilihan yang cukup luas buat penontonnya.
mudah-mudahan lagi ke depannya acara tv di indonesia bisa jadi lebih variatif supaya penontonnya makin seneng dan makin betah nonton acara lokal di rumah sendiri aamiin!

sekian list saya kali ini. sebenernya masih ada satu lagi si yang ga gitu saya kangenin dari Indonesia. tau ga apa? koneksi INTERNET!
hihi..ini juga semoga bisa jadi lebih stabil deh ke depannya, supaya komunikasi saya dengan keluarga di sana bisa makin lancar aamiin.

nah kan…setelah nulis ini, sekarang saya jadi terinspirasi deh untuk nulis hal-hal kecil apa saja yang ga pernah saya temuin di Indonesia dan baru nemu disini.
hmmm…siput tanpa rumah, honden toilet, akh nanti ya di posting berikutnya!

ketika satu lagu dari suatu iklan selalu terngiang di kepala…

tiap malam di kamar sambil nunggu anak-anak selesai mandi dan siap untuk story telling, saya (dan kadang-kadang suami ikut nimbrung juga) suka nyalain TV (biasanya sambil browsing internet juga, multitasking ceritanya hehehe).

tanpa sadar saya suka mumbling satu lagu dari iklan yang lumayan sering tayang.
tiba-tiba satu waktu suami bilang, “kamu suka banget sama iklan ini ya, dari tadi nyanyiin lagunya terus berulang-ulang”

begitu dia ngomong langsung saya ngeh hahaha, oh nooooo padahal kan ini iklan very annoying buat gueeee!

macam tren yang pernah terjadi di indonesia dengan “cintailah ploduk ploduk indonesia” dan “kabar gembira buah manggis kini ada ekstraknya”, mungkin semakin annoying (dan norak) tu iklan semakin nempel di kepala yaaa, seperti juga lagu-lagu yang ga jelas juntrungannya (macam dangdut masa kini yang ga jelas judulnya – artis dan judul ga mau kalah sama musiknya!)

coba deh buka link videonya, dan dengerin lagunya (yang ga tau kenapa nempel banget di kepala iniii huhuhuhu), mudah-mudahan ga ada yang ketularan ya! :p

Orang Indonesia dan Gengsi.

kenapa saya mau nulis topik ini? karena menurut saya orang indonesia nowadays cenderung kental dengan gengsi, yang ujung-ujungnya jadi “maksa”. gak peduli dengan financial situation sendiri, yang penting keliatan keren dengan nongkrong di tempat yang lagi happening, maksa beli barang-barang branded (walau kadang beli nya harus ngutang), bela-belain pake hp terbaru biar dibilang hi-tech (walau mungkin ya tu hp cuma dipake untuk foto, whatsapp (or line), dan facebook :p), dan lain-lainnya supaya orang lain bilang kalo dia itu termasuk golongan “high class”, atau kalangan atas atau bahasa kerennya “horang kaya”, atau apalah namanya. intinya si supaya orang-orang ga bilang kalo mereka itu orang susah :p
eh..tapi mungkin juga bukan itu si alasannya, tapi apa lagi ya kalo bukan itu tujuannya bela-belain sesuatu yang jelas akan nyusahin dia..

saya bersyukur kalo sekarang saya tinggal di lingkungan yang agak jauh dari sindrom ini. yaa disini juga ada si yang kaya gitu, tapi kalo dibanding dengan yang ada di indo (khususnya jakarta) jauh lebih sedikit jumlahnya.

talking about this, saya punya pengalaman kurang enak juga dengan urusan gengsi ini. awal agustus lalu saya sempat mudik bareng keluarga. sebelum pulang saya sempet belanja di Roermond – tempat barang-barang branded yang dijual dengan harga outlet. berhubung jatah baggage saya lumayan banyak, jadilah saya tawarin ke temen kali aja ada yang mau titip belanja disini, karena lumayan selisihnya kalo dibandingkan beli di indonesia. tapi berdasarkan pengalaman (dan karena saya juga ga punya modal sik hahaha) saya minta mereka untuk transfer duluan sblm barang titipannya saya beli disini. ada beberapa yang langsung transfer, ada yang transfer setengah, ada juga yang belum transfer. tapi berhubung temen, ya saya percaya aja. jadilah saya beliin semua titipannya.

salah satu yang nitip ini orangnya agak nekat. kenapa nekat? saya sempet tau kalo dari dulu dia udah beberapa kali kena masalah sama urusan finansial. dan gaya hidupnya kadang menurut saya agak over dari kemampuan ๐Ÿ˜€ mau nya beli barang-barang yang branded (yang dia ga gitu perlu) tapi sebenernya dari sisi finansial dia masih kurang mapan.
saya itu ga tegaan orangnya. walaupun tau kalo kemungkinan akan susah nagih, saya tetep beliin juga titipannya (karena juga dia langsung transfer sebagian). akhirnya kejadian deh. sampai hari ini tagihannya belum dibayar juga hehe..saya sampai ga enak jadinya. udah bermacam alasan saya pakai, ga mempan juga ๐Ÿ˜ฆ
kebetulan lagi, ternyata pas saya kontak dia cerita kalo dia baru aja diberhentikan dari kerjaannya dan baru aja mulai nyoba usaha, makanya jadi perlu modal dan tagihan gue jadi tertunda pembayarannya. nah loh kan, mana tega gue nagih jadinya cobaaa.. T_T
anyway, mudah-mudahan aja ga lama-lama ya, dan saya doakan semoga usaha barunya lancar (dan ga lupa bayar tagihannya ke saya :p).