Orang Indonesia dan Gengsi.

kenapa saya mau nulis topik ini? karena menurut saya orang indonesia nowadays cenderung kental dengan gengsi, yang ujung-ujungnya jadi “maksa”. gak peduli dengan financial situation sendiri, yang penting keliatan keren dengan nongkrong di tempat yang lagi happening, maksa beli barang-barang branded (walau kadang beli nya harus ngutang), bela-belain pake hp terbaru biar dibilang hi-tech (walau mungkin ya tu hp cuma dipake untuk foto, whatsapp (or line), dan facebook :p), dan lain-lainnya supaya orang lain bilang kalo dia itu termasuk golongan “high class”, atau kalangan atas atau bahasa kerennya “horang kaya”, atau apalah namanya. intinya si supaya orang-orang ga bilang kalo mereka itu orang susah :p
eh..tapi mungkin juga bukan itu si alasannya, tapi apa lagi ya kalo bukan itu tujuannya bela-belain sesuatu yang jelas akan nyusahin dia..

saya bersyukur kalo sekarang saya tinggal di lingkungan yang agak jauh dari sindrom ini. yaa disini juga ada si yang kaya gitu, tapi kalo dibanding dengan yang ada di indo (khususnya jakarta) jauh lebih sedikit jumlahnya.

talking about this, saya punya pengalaman kurang enak juga dengan urusan gengsi ini. awal agustus lalu saya sempat mudik bareng keluarga. sebelum pulang saya sempet belanja di Roermond – tempat barang-barang branded yang dijual dengan harga outlet. berhubung jatah baggage saya lumayan banyak, jadilah saya tawarin ke temen kali aja ada yang mau titip belanja disini, karena lumayan selisihnya kalo dibandingkan beli di indonesia. tapi berdasarkan pengalaman (dan karena saya juga ga punya modal sik hahaha) saya minta mereka untuk transfer duluan sblm barang titipannya saya beli disini. ada beberapa yang langsung transfer, ada yang transfer setengah, ada juga yang belum transfer. tapi berhubung temen, ya saya percaya aja. jadilah saya beliin semua titipannya.

salah satu yang nitip ini orangnya agak nekat. kenapa nekat? saya sempet tau kalo dari dulu dia udah beberapa kali kena masalah sama urusan finansial. dan gaya hidupnya kadang menurut saya agak over dari kemampuan πŸ˜€ mau nya beli barang-barang yang branded (yang dia ga gitu perlu) tapi sebenernya dari sisi finansial dia masih kurang mapan.
saya itu ga tegaan orangnya. walaupun tau kalo kemungkinan akan susah nagih, saya tetep beliin juga titipannya (karena juga dia langsung transfer sebagian). akhirnya kejadian deh. sampai hari ini tagihannya belum dibayar juga hehe..saya sampai ga enak jadinya. udah bermacam alasan saya pakai, ga mempan juga 😦
kebetulan lagi, ternyata pas saya kontak dia cerita kalo dia baru aja diberhentikan dari kerjaannya dan baru aja mulai nyoba usaha, makanya jadi perlu modal dan tagihan gue jadi tertunda pembayarannya. nah loh kan, mana tega gue nagih jadinya cobaaa.. T_T
anyway, mudah-mudahan aja ga lama-lama ya, dan saya doakan semoga usaha barunya lancar (dan ga lupa bayar tagihannya ke saya :p).

Advertisements

3 thoughts on “Orang Indonesia dan Gengsi.

  1. Pengen banget tinggal di keluarga dan lingkungan yang jauh dati gengsi. Pada kenyataanya didalam keluargaku sendiri seperti ini. Hanya mementingkan keadaan luarnya saja, dalamnya amburadul finansialnya. Kayany solo dan yogya tempat yg bagus buat ninggalin gengsi dan kesemuanya itu, saya sebagai anak jd serba salah, saya pribadi sih lbh condong ke gaya hidup hemat krn mungkin saya banyak bergaul dengan warga keturunan jd saya terkadang juga suka memperhatikan dan mencontoh perilaku hemat mereka, tp dalam keluarga sendiri tak beriringan. Gmn jadinya kalau begini????

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s