About Molar Pregnancy

Banyak orang yang belum sepenuhnya (atau bahkan tidak sama sekali) paham apa itu molar pregnancy. Kalo di Indonesia, orang-orang menyebutkan dengan istilah “hamil anggur”. Meskipun bisa dibilang cukup jarang kasusnya (situs americanpregnancy.org menyebutkan bahwa di Amerika Serikat kemungkinan molar pregnancy adalah 1 dari 1000 kehamilan), tapi kita ga bisa mengacuhkan kemungkinan kalo kita juga bisa mengalaminya. Obgyn saya pernah bilang bahwa kasus wanita dengan molar pregnancy ini lebih banyak terjadi pada wanita asia (di situs yang sama disebutkan juga bahwa wanita di Meksiko, Asia Tenggara (termasuk Filipina) memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita di Amerika Serikat).

Jadi apa sebenarnya molar pregnancy dan apa penyebabnya?
Dikutip dari penjelasan dokter obgyn saya dan beberapa situs (www.cancerresearch.org dan americanpregnancy.org), disebutkan bahwa molar pregnancy adalah keabnormalan yang terjadi pada plasenta yang disebabkan oleh “genetic error” dalam proses fertilisasi sehingga tumbuh dan berkembang menjadi jaringan abnormal di dalam rahim (uterus).

Pertumbuhan jaringan ini cukup cepat dan bentuknya menyerupai buah anggur. Dari bentuknya inilah makanya di Indonesia molar pregnancy dikenal sebagai hamil anggur (walaupun sebagian besar salah paham dan mengartikan bahwa hamil anggur itu berarti embrio nya tumbuh dan berkembang di luar rahim).

Untuk bentuk dan sedikit penjelasannya bisa dilihat di cuplikan video di bawah ini:

Molar pregnancy is treatable and can be cured. Sebagian besar wanita yang mengalami ini bisa disembuhkan (saya lupa angkanya, tapi presentasinya cukup menjanjikan kok :)). Biasanya dokter akan menganalisa kondisi pasien dan kemudian membuat prognosis (kemungkinan dari kondisi dan treatment/perawatan yang bisa dilakukan). Dokter menghilangkan jaringan dari rahim dengan proses surgery (curettage – Kuret) dan biasanya setelah surgery tidak diperlukan perawatan lainnya. Ada sebagian kecil wanita yang setelah proses operasi namun jaringan molarnya masih tetap ada di rahim, atau bahkan menyebar ke bagian lain dari jaringannya. Apabila ini terjadi, biasanya tindakan lebih lanjut perlu dijalankan (melalui terapi hormon).
Molar bukanlah kanker, tapi seandainya molar pregnancy tidak ditangani dengan benar, ada kemungkinan jaringan yang tumbuh bisa berkembang menjadi kanker.

Oh ya, molar pregnancy itu ada dua jenis: Complete dan Partial.

Disebut complete molar pregnancy apabila yang tumbuh dari proses fertilisasi hanya plasentanya saja (embrio nya seperti kosong), si sperma (yang dari genetiknya mungkin tidak sempurna) membuahi sel telur kosong. Karena sel telurnya kosong, tentu embrio tidak terbentuk. Plasenta tetap tumbuh dan menghasilkan hormon kehamilan (hCGhuman Chorionic Gonadotrophin).

Sementara partial molar pregnancy terjadi apabila dalam rahim tumbuh jaringan abnormal (molar) dan embrio yang kemungkinan besar memiliki birth defects (cacat lahir). Dalam kasus ini fetus akan tergilas pertumbuhannya dan kalah dari pertumbuhan jaringan molar.

Gejala yang cukup jelas kalo kita mengalami molar pregnancy adalah rasa mual yang berlebihan pada awal kehamilan (akibat hormon hCG yang gila-gilaan tingginya) dan tentu saja yang paling jelas terlihat ada pada hasil USG ya. Dokter sendiri biasanya ga akan yakin 100% kalo jaringan yang tumbuh adalah molar. Tapi mereka akan melihat dari foto USG dan gejala-gejala yang pasien rasakan. Setelah itu biasanya mereka menyarankan untuk secepatnya dilakukan operasi (kuret). Jaringan yang diambil itu nantinya akan dites dan dari situ baru deh bisa disimpulkan apakah jaringan tersebut molar atau bukan. Kalo benar molar, biasanya pasien akan diminta untuk cek hormon tiap waktu tertentu sampai tingkat hormon hCG nya normal dan stabil. Tindakan curettage sendiri memang tidak akan membuat hormon hCG otomatis normal kembali. Perlu beberapa waktu agar tubuh si wanita beradaptasi dengan kondisinya dan kembali normal.

Tapi jangan pernah menyalahkan salah satu pihak seandainya ini terjadi pada kalian ya. Berbagai penelitian juga tidak pernah bisa menjelaskan mana yang menjadi penyebab utama terbentuknya molar (sel sperma yang tidak sempurna atau sel telur yang tidak sempurna atau dua-duanya tidak sempurna). Cara yang paling baik menghadapi situasi seperti ini adalah hadapi secara bersama-sama. Walaupun molarnya tumbuh dalam rahim wanita, ga berarti suami bisa langsung menyalahkan kalo si wanita ga menjaga diri dengan baik ya. karna seperti yang saya bilang sebelumnya, ga ada yang bisa menyebutkan dengan pasti kalo sel sperma yang membuahi itu sehat sepenuhnya (kalo sehat kenapa bisa nyasar ke sel telur yang kosong ya hihi).
Lakukan apa yang dokter sarankan, mereka tahu apa yang terbaik untuk pasiennya. Secepatnya konsultasi ke dokter setelah mengetahui ada yang terasa ga normal terjadi dengan kondisi tubuh kita.

ps.
Di postingan lain saya akan share pengalaman saya yang kebetulan pernah berhadapan dengan kondisi ini. Kejadiannya persis setahun yang lalu. Kalo cerita disini kepanjangan soalnya hehehe.

Advertisements

4 thoughts on “About Molar Pregnancy

    • Iya mbak noni, di indonesia kan termasuk banyak untuk kasus molar ini, cuma banyak juga yang kurang paham. Dulu sebelum aku ngalamin juga gitu si mba hihi, mana tau hamil anggur itu apaan.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s