Tentang Kehilangan.

Minggu lalu saya dapat kabar sedih dari seseorang yang cukup dekat dengan saya. Kami adalah sahabat (dengan beberapa lainnya) di masa SMA.

Annisa (kami biasa memanggil dia Caca) beserta anak-anaknya harus mengalami kehilangan besar di umurnya yang masih terbilang muda. ย Suami kesayangan dan Ayah dari anak-anaknya telah dipanggil menghadap Sang Pencipta. Semuanya terjadi dengan sangat mendadak. Dari ceritanya, Almarhum hari itu sedang berada di rumah orang tuanya (sepulang dari mengajar). Caca pada saat itu sedang mengajar di tempat lain. Orang tua alm. suami nya sedang menunggu kedatangan adik alm. dari Natuna. Saat adiknya tiba, alm. hendak bangun dan pada saat itu juga dengan tarikan napas tiga kali almarhum berpulang. Memang, umur kita adalah mutlak rahasia Allah SWT. Kita ga pernah tahu siapa yang lebih dulu pergi dan kapan waktu kita di dunia ini akan berakhir.

Sungguh, saya kagum dengan ketegaran Caca. Sahabat-sahabat saya yang kebetulan bisa datang dan berkunjung ke rumahnya, sempat bilang kalo Caca terlihat tegar, tidak menitikkan air mata. Caca dan suami punya anak tiga orang. Pada saat suami meninggal, Caca sempat kawatir kalo dirinya saat ini juga sedang mengandung, karena sudah terlambat beberapa hari. Baru saja saya lihat di facebook nya kalo ternyata dia positif hamil.

Jalan hidup adalah benar-benar rahasia Allah ya.

Saya ga tau seandainya saya berada di posisi Caca, apakah saya akan sekuat dan setegar dia. Ga kebayang harus membesarkan anak-anak seorang diri (walaupun dengan bantuan keluarga, tentu berbeda sekali dengan kehadiran pasangan kita), harus menjalani masa-masa kehamilan seorang diri… hiks. Semoga Allah SWT selalu melindungi serta menjaga Caca dan anak-anaknya.

Banyak hikmah yang bisa diambil dibalik kesedihan ini. Caca berpesan kepada kami, untuk selalu menyayangi pasangan kita dan tunjukkan rasa kasih sayang kita dengan tindakan nyata, karena kita ga tau berapa lama kita bisa melakukannya dan kita ga tau siapa yang akan pergi lebih dulu.

Suami saya juga pernah mengalami kehilangan dalam hidupnya. Almarhumah istrinya meninggal di pangkuan dia setelah beberapa tahun berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Suami cerita, anak-anak yang pada saat itu juga masih kecil sempat nangis kencang, tapi kemudian setelah itu tenang. Dari cerita mertua (dan saudara ipar), disebutkan juga kalo Arthur sangat tegar menghadapi kehilangan ini. Dia tidak menangis.

Saya pernah tanya tentang hal ini ke dia. Apakah dia tidak sedih dengan kehilangan yang dia hadapi dulu. Dia bilang, tentu saja sedih. Tapi rasa sedih dia sudah jauh lama dimulai sejak almarhumah istrinya terdiagnosa penyakit ini. Selama tiga tahun terakhir dalam hidupnya, almarhumah harus berjuang melawan penyakit Non-Hodgkin Lymphoma, kanker yang menyerang sistem imun pada tubuh. Banyaknya perawatan dan bahkan sempat menjalani operasi sumsum tulang belakang ternyata tidak bisa mengembalikan kesehatan almarhumah. Kematian seperti menjadi penutup chapter-chapter kesedihan yang sudah mereka jalani bersama.

Menurut saya, baik kehilangan secara mendadak maupun kehilangan yang didahului dengan cobaan yang berkepanjangan adalah sama sedihnya. Mungkin orang bilang kalo yang meninggal itu sudah sakit lama orang-orang di sekitarnya akan lebih siap dibanding orang yang ditinggal secara mendadak. Tapi buat saya kehilangan itu biar bagaimana juga tetaplah kehilangan. Dan semua balik lagi kepada bagaimana kita menghadapi cobaan berat itu. Rasa ikhlas lah yang harus kita tanamkan dalam diri kita. karena semua yang ada di dunia, juga kita, adalah milik Allah. Semua akan kembali kepada-Nya, cepat atau lambat, sekarang atau nanti.

Menghadapi kehilangan dalam hidup sungguh mengajarkan kita untuk selalu bersyukur. Kehilangan mengajarkan kita untuk memandang hal-hal yang ada dalam hidup kita menjadi lebih berharga.

Bersyukur kita masih diberikan waktu untuk bernapas, menikmati segala karunia yang sudah diberikan Allah kepada kita. Rasa syukur untuk masih diberikan kesehatan, memiliki suami yang sehat dan sayang kepada kita, keluarga dan sahabat, masih diberi kesempatan untuk merasakan cahaya matahari, basahnya hujan, indahnya dunia… rasa syukur yang mungkin ga akan habisnya kalo disebutkan satu-persatu di sini.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung dan tidak lupa untuk selalu bersyukur dalam hidup. (Aamiin)

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Kehilangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s