Belajar Motret (lagi) Pt. 2: Dickens Festijn and Nature Sightseeing

“When words become unclear, I shall focus with photographs. When images become inadequate, I shall be content with silence.”
– Ansel Adams

Hellooo, jumpa lagi dengan postingan kedua edisi belajar motret hihi. Kali ini saya mencoba memanfaatkan momen yang kebetulan berlangsung pada saat itu. Tanggal 20 Desember lalu, di Drunen ada aktivitas yang tiap tahun selalu diadakan, yaitu Dickens Festijn. Terinspirasi dari kisah-kisah yang ditulis oleh Charles Dickens yang kental dengan nuansa natal nya, suasana di sekitar disulap menjadi suasana kota di Inggris yang ada pada abad ke-19. Para partisipan juga mengenakan kostum berdasarkan karakter dari cerita Dickens, seperti Scrooge, Oliver Twist, Mr. Pickwick, para orphans, dan para maids. Ada juga rombongan angsa, domba beserta anjing gembalanya, juga Santa beserta koets-nya. Pada masa itu juga digambarkan kemeriahan Christmas market dengan banyak stall yang menjual berbagai pernak-pernik khas natal seperti hadiah, makanan, minuman khas musim natal dan barang-barang lainnya.

Tahun ini adalah yang kesepuluh kalinya penyelenggaraan festival serupa di Drunen. Suami dan anak kami yang cowo ga suka dengan keramaian macam begini. Saya dan si meisje juga sebenernya biasa aja si, karena kebetulan tahun lalu juga sudah  pernah lihat jadi ga gimana-gimana banget lah. Apalagi konsep dan bahkan orang-orangnya juga tetep sama (kurang kreatif ya hihi), makanya pergi ke sana selain nganter mertua yang memang niat ke sana (nenek-nenek cari kesibukan :p) semata cuma mo nyoba nyari obyek yang kali aja bisa dipotret. Oh ya, sebelum kita keluar rumah si mas cowo pake drama nangis sesenggukan dulu dong hehe. Saya bilang ke dia kalo kita ke sana cuma sebentar aja, dan kalo mau anak-anak juga boleh coba-coba foto pake kamera gedenya. Akhirnya dia mau ikut juga (dan lumayan hepi karena memang ga lama kita stay di sananya =)).

Sebenernya lumayan banyak foto yang saya ambil di festival, walau pada saat kita di sana parade nya belum mulai. Cuma banyak yang ga fokus haha, karena saya ceritanya cuma bawa tele doang dong. Makanya cuma beberapa foto dari festival yang lumayan bagus dan cukup menarik aja yang saya attach disini.

DSC_0639

anyone know what character is he playing?

DSC_0640

the nose looks scary!

DSC_0668

the geese are waiting for their turn to walk on the parade =)

DSC_0672

the “queen” among the maids and the soldiers.

DSC_0647

what a jambul! almost like “jambul khatulistiwa”-nya Syahrini yes hehe

DSC_0653

this photo was taken by my son. not that bad eh 😉

Sebelum mutusin untuk ke festival memang kami agak labil hehe, mau nyari obyek motret di hutan dekat rumah (kurang lebih 6 menit nyetir) atau ke festival. Berhubung balik dari situ saya masih kurang puas dengan acara motret-motret-nya, kami putuskan untuk pergi juga lah ke hutan. Juragan mas cilik ga mau ikut, sementara si eneng mau ikut (dia memang lebih aktif dari abangnya, khususnya untuk urusan yang berhubungan dengan fisik =)). Untuk peralatan lenong kamera semua kami bawa. Cuma sayang karena kami ke sana sudah agak sore, cahaya yang kami dapat ga gitu banyak. Mana di hutan, jadilah proses pengambilan foto nya jauh lebih susahhh.

Rencana awal adalah kembali mencoba lensa makro. Saya pikir suasana hutan bakalan seperti waktu kami jalan ke sana pas musim gugur, ternyata oh ternyata suasananya berbedaaa. Para jejamuran liar sudah jarang bahkan hampir semua hilang, warna warni daun di pepohonan juga udah ga ada. Beruntung ada beberapa obyek yang lumayan menarik buat saya, seperti lumut bintang di bawah ini. Jarang-jarang musim dingin di hutan masih ada lumut yang seger begini loh. Juga ada beberapa pucuk daun yang mulai bersemi loh..sedih ya kalo mikir efek perubahan iklim global yang bikin ekosistem jadi agak anomali.

Anyway, di bawah adalah beberapa foto yang berhasil saya ambil dari hutan. Sebagian (kecil) saya menggunakan lensa makro, sebagian lainnya saya menggunakan lensa 50 mm – favorit saya untuk bikin foto dengan cahaya ala kadarnya 🙂

DSC_0684

Sterrenjesmos or Polytrichum commune (Common Haircap Moss). Di hutan tempat kami melintas masih lumayan banyak ditemui lumut jenis ini.

DSC_0692

nyoba lagi dengan lensa makro. ini kalo liat cahaya aslinya yang hampir bleh lumayan hepi lah hasil jepretannya masih bisa keliatan dikiiit ujung bunganya hihi

DSC_0707

untuk foto ini saya menggunakan lensa 50 mm (udah bete nyoba pake makro yang lumayan cuma sebiji dua biji dari berpuluh kali percobaan haaha). lumayan banyak dahan dari pohon yang tumbang dan melapuk seperti ini di sekitar hutan.

DSC_0704

we found sort of hair on the ground. we didn’t know what it was but my husband almost sure that it’s a deer hair :p

DSC_0711

for this photo and the next one, I tried to play with the depth of the aperture and focus. I use 50 mm lens for both photos.

DSC_0710

DSC_0738

This object look interesting for me, especially the green moss covering the top part of the tree branch. too bad at that time I had a very shaky hand (and a very low light), that’s why the result was a bit fuzzy 😦

DSC_0721

On the way back, I found this ladybug perched on the flower. Superb object for trying the macro lens (again)! 😉 after many times trying this was the best result I could get. still laaameee btw :s

DSC_0745

this photo was the only proper result I could get using tele lens. So freakin difficult to take (decent) photo(s) in the forest with a minimum lights and shaky hands 😦

Sehari sebelum kami berangkat ke London, kami sempat makan siang bareng di tempat oma (mama mertua) dan stay di sana sampe sore. Saya juga sempat bikin beberapa foto dari front yard-nya mama mertua. Tapi yah namanya juga winter ya, bunganya jadi agak begitulah..masih untung beberapa ada beberapa yang masih mekar walau ga banyak hehe.

Tiga foto pertama saya menggunakan extension tube 12 mm dan lensa 50 mm. Sementara dua foto berikutnya saya menggunakan lensa 50 mm tanpa extension tube.

DSC_0842

DSC_0846

DSC_0844

DSC_0857

DSC_0861

Btw, intermezzo dikit sebelum mengakhiri postingan kali ini.

Jadi sebelum kami meninggalkan hutan, si meisje sempet minta difoto dengan ranting yang dia comot dari hutan hehe..nah, sekalian aja saya akhiri postingan ini dengan foto favorit saya di bawah ini yaaa. fotonya diambil menggunakan lensa 50 mm dengan aperture saya pasang di f2.8 (ato 2.2 ya? – maap lupis :p).

Okeee, sampai ketemu di posting berikutnya!

DSC_0741

ps. semua foto adalah dokumentasi pribadi. maaf saya lagi males bikin watermark di foto-fotonya hehe, semoga ga akan disalahgunakan ya 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Belajar Motret (lagi) Pt. 2: Dickens Festijn and Nature Sightseeing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s