Day 8 Writing Challenge: the Good, the Bad, and the Ugly of Me

“Only when we accept and forgive all that is or has been the good, the bad, and the ugly of our human lives can we get off the guilt trip and back into the flow. That means we must love our humanness and all of our failings; we must accept, learn from, and yes, even love our mistakes.”
~ S. Choquette

The Good:
Saya pendengar yang baik dan biasanya kalo ada temen ato kerabat yang curhat saya akan coba sebisa mungkin untuk memberikan solusi ato masukan yang bisa bantu mereka. Saya juga setia dan bisa jaga rahasia dengan baik.

Walaupun sering dibilang kalo saya orangnya logic, saya juga punya hati yang besar lohh. Saya gampang empati hehe. Apalagi sama sahabat yang udah kaya sodara.

Saya bukan orang yang ambisius tapi saya punya determinasi yang tinggi. Kalo saya udah nentuin pengen sesuatu saya akan berusaha sebisa mungkin untuk mencapai tujuan itu.

Intuisi atau feeling saya lumayan kuat. Terutama dalam hal membaca karakter seseorang (walau kadang suka ga jalan juga wkwkwk). Biasanya feeling saya lebih kenceng kalo udah ketemu langsung, tapi kadang tanpa ketemu pun penilaian saya cenderung benar. Kadang temen saya suka nanya ke saya sebelum mulai hubungan dengan seseorang. Dan kebetulan intuisi dan penilaian saya itu sampai sekarang masih bener.

Rasa toleransi saya juga cukup tinggi, dan saya termasuk yang tau untuk melakukan segala sesuatu dengan tidak berlebihan – menurut saya loh ya hehe (contoh: egosentris / narsisme (ini sama ato beda ya?) – to a certain level its still ok, but when its too much then its a big no no for me, ato over-addiction to someone or some things).

The Bad:
Penakut. Kayanya banyak banget yang saya takutin deh. Ular (nulis kata ini aja udah bikin merindinggg), ketinggian, tenggelam (trauma waktu kecil dulu pernah (nyaris) tenggelam). Sebisa mungkin saya coba untuk ga nunjukin rasa takut saya terutama di depan anak-anak dan keep doing it anyway (khususnya buat yg ketinggian dan takut tenggelam), walo buat yang ular saya tetep say NO.

Selain itu saya juga orangnya jijikan. Bisa jadi karna saya punya indera yang kelewat tajam (walo mata udah minus wkwkwkwk). Kadang agak susah buat meng-camouflage bad traits yang satu ini ni haha.

Saya kadang juga suka oversensitive dan overthink things. Sesuatu yang ga penting kadang terus kebayang-bayang dan kepikiran di otak, kadang sampe kebawa perasaan. Ini kan ga bagus yaaa.

Terus sometimes I also procrastinate. Apalagi kalo udah sama sesuatu yang saya ga suka seperti misalnya: nyetrika! 😂.

The Ugly:
Saya orangnya kadang terlalu terus terang. Ga tau sebenernya ini jelek atau bagus. Pernah ada temen saya orang Belanda bilang kalo gaya berpikir dan behavior saya lebih kaya orang Eropa dibanding orang Asia yang kebanyakan agak susah untuk speak up alias jaim. Kalo kata dia saya kejebak dalam badan orang Asia wkwk. Entah harus seneng atau sedih.

Saya juga picky, khususnya dalam hal makanan. Saya bukan orang yang suka mencoba sesuatu yang baru. Mungkin juga karna jiwa adventurous saya kurang ya hehe. Dan saya cenderung visual, jadi kalo liat bentuk makanannya aneh ato keliatan ga oke besar kemungkinan saya ga akan nyobain wkwkwk.

Jeleknya saya lagi, orangnya suka ga enakan. Makanya kadang malah jadi ngorbanin diri sendiri buat orang lain. Oke, mungkin sampai batas tertentu ini bagus, tapi kalo udah berlebihan ya susah juga kan ya.

Walaupun saya bisa dibilang orang yang sosial, tapi saya susah untuk bener-bener dekat sama seseorang.

Sedikit OCD, makanya bawel kalo liat taplak meja mencong walau sedikit aja hahahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s