30 Day Movie Challenge, Day 5.

Day 5: A Favorite Drama Movie.

If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together. – African proverb

Ditanya favorit drama saya blank awalnya. Bingung soalnya banyak yang saya syukaaa. Di challenge sebelumnya saya pernah cerita sedikit tentang film “Little Miss Sunshine” yang bisa dibilang ini salah satu film drama favorit saya. Untuk challenge kali ini khususnya buat tema film drama favorit, entah kenapa begitu liat temanya yang paling awal terlintas adalah film “The Good Lie.” 

Film ini bercerita tentang refugees dari Sudan yang beremigrasi dan menetap di Amerika Serikat setelah sebelumnya berjuang untuk bertahan hidup dari ancaman perang saudara, hewan, juga alam untuk melewati perbatasan Sudan. Mereka berjalan kaki melintasi gurun sahara menuju ke negara terdekatnya, Ethiopia dan Kenya agar bisa terbebas dari perang saudara. Setelah bermigrasi mereka harus beradaptasi dengan kehidupan di Amerika Serikat yang sama sekali berbeda dengan hidup mereka di Afrika. Aktor/aktris utama dari film ini adalah Reese Witherspoon, dan para aktor yang berasal dari Sudan yang juga disebut sebagai “the lost boys of Sudan.” Film ini sedih tapi juga lucu dan mengharukan. Gado-gado lah perasaannya. Menjadikan kita (setidaknya saya) untuk lebih menghargai kedamaian, kebercukupan dalam hidup, dan masih ada dan dekatnya saya dengan keluarga (walau sekarang jauh posisinya hiks).

Btw, kalo boleh milih drakor juga, saya bakal milih “Endless Love: Autumn in My Heart” yang dibintangi Won Bin dan Song Hye Kyo  (saya cuma tau ini dua artis hahahha). Serial ini diproduksi dan ditayangin di Korea pada tahun 2000 dan ditayangin di Indonesia tahun 2002 (yes, sebelum orang-orang heboh sama drakor saya udah duluan suka (juga sama dorama Jepang), tapi begitu demam Korea mulai mewabah di Indonesia saya udah bosen dan ga gitu tertarik lagi hehe). Ceritanya sendiri tentang anak yang tertukar sewaktu bayi, yang satu keluarga kaya sementara yang satunya lagi dari keluarga yang pas-pasan. Duh nonton serial ini saya nangis kejer loh wkwkwk. Sedih bangeeet! Buat yang penyuka drama (terutama drakor) dan belum pernah nonton serial ini coba deh di browse kali aja nemu di youtube (ato di website lain), kemungkinan besar ga akan menyesal nontonnya (halah).

Udah ah sedihnya, see you again on the next day ya =)

30 Day Movie Challenge, Day 4.

Day 4: A Favorite Horror/Suspense Movie

“We were supposed to draw a picture. Anything we wanted. I drew a man. He got hurt in the neck by another man with a screwdriver. Everyone got upset. They had a meeting. Mom started crying. I don’t draw like that anymore. How do you draw now? I draw… people smiling, dogs running, rainbows. They don’t have meetings about rainbows.” – The Sixth Sense

Beberapa tahun yang lalu, saya kejebak nonton “The Conjuring” yang pertama dulu bareng sama adik dan keponakan saya yang hobi banget nonton film horor, pulang-pulang masih kebayang-bayang hahaha. Ga kepikir kalo film ini berasa real (gatau juga kalo ini based on true story dulu). Menurut saya si horornya dapet, bahkan buat orang Indonesia yang horornya beda rasanya ama horor bule.

Tapi yang paling ultimate buat film bergenre ini mungkin “The Sixth Sense” ya. Dibilang favorit banget si ngga, tapi walaupun udah beberapa kali nonton film ini saya masih merinding juga wakaka (saya bukan penyuka film horor, which means ga akan bela-belain ke bioskop buat nonton kecuali terpaksaaaaa banget – sayang kan udah bayar kalo kebanyakan nutup mata pake tangan sambil ngintip-ngintip doang ya kaaan hahhaha).

409820150509-uau-posters-filmes-sexto-sentido-sixth-sense

Image via uauposters.com

Plotnya The Sixth Sense sendiri sangat unpredictable (terutama buat yang pertama kali nonton). Cerita utamanya berkisar pada anak yang punya indera keenam dan dia bisa lihat dan ngobrol dengan yang orang lain ga lihat (arwah orang yang meninggal tapi belum tenang). Pertama kali nonton film ini saya ga berani liat hahahaha. Serem banget! Belum lagi muka innocent campur takutnya Haley Joel Osment yang waktu film ini dibuat masih muda banget.

2016-02-10-feb-ukrkino-styleinsidermag-03

Oke segitu aja yaaa, saya ogah detail-detail hahaha atuuuutttttt (tutup muka). See ya tomorrow!

30 Day Movie Challenge, Day 3.

Day 3: A Favorite Action/Adventure Movie.

“There is nothing noble in being superior to your fellow man; true nobility is being superior to your former self.” – E. Hemingway

Lumayan banyak film bergenre action/adventure yang saya suka (saya sampe browsing loh biar ga salah hahahaha). Untuk postingan kali ini saya akan pilih film “Kingsman: The Secret Service” yang pertama kali beredar di awal 2015.

Berlatar belakang di Inggris, cerita film ini berkisar pada agen rahasia (macam Bond) yang kantor pusatnya berada di toko tukang jahit. Setiap agen memiliki julukan/sebutan nama-nama dari para ksatria meja bundar (macam Lancelot, Arthur, Merlin gitu-gitulah wkwk). Anak dari salah satu agen yang tewas ketika bertugas kemudian ikut serta dalam program rekruitmen untuk menduduki satu spot agen yang masih kosong.

Aktor-aktornya saya suka banget. Aksen Inggrisnya ituloh hahaha. Ada Colin Firth yang membimbing si calon agen anak bekas partnernya yang tewas, kemudian si anak ini (kalo ga salah dia pendatang baru di film ini deh), dan karakter antagonis yang punya logat bicara lucu diperankan oleh Samuel L. Jackson. Plot ceritanya lumayan ringan tapi seru dan kocak, jadi dari awal sampe akhir ga bosen nontonnya. Dan buat yang suka Kalo dari info yang saya lihat, film ini ada sekuelnya yang kemungkinan akan ditayangkan pada tahun ini. Aktornya makin banyakk, ada Channing Tatum, Halle Berry, Jeff Bridges dan Julianne Moore. Buat teaser bisa lihat cuplikan filmnya di bawah ini yaa 🙂

30 Day Movie Challenge, Day 2.

Day 2: A Favorite Fantasy Movie

“Some believe it is only great power that can hold evil in check. But that is not what I have found. I have found that it is the small things, everyday deeds of ordinary folk that keep the darkness at bay. Simple acts of kindness and love.” – J.R.R. Tolkien, The Lord of the Rings: The Trilogy

Umm banyak kayanya ni sist 😂 tapi kalo dipikir yang paling saya suka adalah “the Lord of the Ring” trilogy. Mau berapa kali saya tonton masih aja seru. Ditambah anak-anak terutama yang cowo pertama juga suka, jadi makin serulah kalo pas nonton bareng hehe.

Saya sendiri belum pernah baca novelnya si (peer yang tertunda – halah), jadi pas awal nonton ga punya ekspektasi apa-apa. Menurut saya film ini keren banget, terutama untuk karakter-karakternya yang lumayan solid dan believable menurut saya.

Karna film ini juga saya jadi tambah pengen ke New Zealand, buat ngunjungin lokasi syutingnya (colek Inly yang ratunya Jakarta – NZ pp wkwkwk).

30 Day Movie Challenge, Day 1.

“We love films because they makes us feel something. They speak to our desires, which are never small. They allow us to escape and to dream and to gaze into the eyes that are impossibly beautiful and huge. They fill us with longing. But also. they tell us to remember; they remind us of life. Remember, they say, how much it hurts to have your heart broken.” ― Nina LaCour, Everything Leads to You

Per hari ini akhirnya tergiur untuk ikutan juga sama movie challenge-nya Mba Fe, Ka Non dan Inly hahahaha, doakan semoga syukses yaaa =)

Day 1: The last movie you watched

passengers-1

via trilbee.com

Kemarin malem saya baru aja nonton “Passengers”, dibintangi Chris Pratt dan Jennifer Lawrence. Semata-mata karna belom ngantuk aja dan kebetulan film ini dan satu lagi dari koleksi film saya yang belum ditonton (satunya lagi Sleepless, yang mana saya lupa siapa pemainnya wkwkwk). Filmnya bergenre Sci-Fi, ceritanya sendiri berawal dari gagal/rusaknya kapsul si Chris Pratt yang menyebabkan dia kebangun dari hibernasinya dalam perjalanan menuju kota baru di planet baru. Mereka harus dalam kondisi hibernasi karna untuk sampe ke sana masih harus menempuh jangka waktu selama 90 tahun (atau berapalah lupa). Setelah setahun hidup sendiri (well dia bareng 5ribu penumpang lain yang sedang berhibernasi alias ditidurkan sii), akhirnya dia membangunkan salah satu penumpang yang masih dalam kondisi hibernasi dengan merusak kapsul tidurnya (diperankan J-Law). Awalnya J-Law mikir kalo kapsul dia juga mengalami kerusakan, dan mereka jadi semakin dekat seiring waktu (duhh, mereka cuma berdua yang alive gitu loh), tapi di suatu waktu J-Law tau kalo Chris merusak kapsulnya dan jadi marah. Sebenernya pada saat itu ternyata ada masalah pada kapalnya karena ada semacam “meteor” menembus ke pesawat yang kemungkinan besar fatal akibatnya kalo ga segera diperbaiki. Ga lama berselang ternyata ada satu orang lagi yang terbangun dari hibernasinya, yaitu si kapten kapal ini (diperanin Lawrence Fishburn kalo ga salah). Sayang kondisi si kapten lemah dan ga bisa membantu mencari permasalahan yang terjadi pada kapal luar angkasanya ini. Sekarang semua keputusan ada pada kedua orang yang melek ini, apakah bisa menyelamatkan 5ribu penumpang lainnya, atau membiarkannya saja, karna toh mereka ga akan bisa mencapai ke lokasi tujuannya (karna jarak yang mencapai 90 tahun.

Satu hal yang saya highlight dan bikin jealous dari film ini adalah kolam renang dengan pemandangan luar angkasa-nya! Seandainya in real life exist, people would really love to go there I guess 🙂 Btw I am not a big fan of J-Law, tapi di film ini dia cakep banget menurut saya deh hahaha. Link di bawah adalah trailer-nya.

See you tomorrow for the 2nd one!

Inked96a1ec78bf82c2731c7a255815514cb5_LI

Menikmati Masakan Vietnam di Belanda

“The best way to lose weight is to close your mouth – something very difficult for a politician. Or watch your food – just watch it, don’t eat it.” – Ed Koch

Ga seperti restoran yang menjual masakan khas Indonesia, India atau Thailand (kalo restoran Cina sih jangan ditanya ya hehe), mencari restoran yang menyajikan masakan Vietnam yang cukup otentik dan enak di Belanda lumayan susah buat saya yang cetek banget pengetahuannya ini (terutama di sekitar tempat tinggal kami).

Walau kemungkinan besar banyak restoran Vietnam di kota-kota besar seperti Amsterdam, Rotterdam atau Den Haag, saya baru pernah makan masakan Vietnam yang enak di Den Haag aja. Ada dua restoran Vietnam yang pernah saya kunjungi. Saya tau restoran yang pertama berdasarkan rekomendasi dari teman saya yang waktu itu masih bertugas di Kedutaan. Kebetulan kata dia ibu Dubes atau pejabat diplomatik lainnya kadang suka ngajak tamu mereka untuk makan di sana. Nama restoran yang pertama adalah “NGON”, kali aja ada temen-temen yang sedang jalan-jalan ke Den Haag dan pengen makan masakan Vietnam boleh coba makan di sana. Dari pengalaman saya, memang masakan Vietnam di resto ini enak. Kalo ga jauh mah mungkin saya bakal lebih sering berkunjung ke sana deh hehe. Biasanya kalo kami makan di sana kami pesen papaya salad, fresh cold (beef) spring roll, dan sudah pasti Pho-nya (saya suka pesen yang Pho Bo Tai atau Beef Pho). Kuah Pho-nya itu enak, jernih dan ga bikin eneg. Porsinya lumayan besar, jadi buat yang makannya ga banyak bisa share sama temen. Dessert-nya juga lumayan enak, terutama yang kaya kolak ubi (namanya Che Koai Mon). Lokasi resto Ngon ini agak ke belakang Den Haag Centrum, kalo ga salah nama daerahnya Groenmarkt.

ngon-vietnamees-restaurant

via city guide

ngon-vietnamees-restaurant1

Papaya Prawn Salad. Image via Tripadvisor

Restoran Vietnam lain yang pernah saya kunjungi di kota yang sama adalah “Little V”. Untuk lokasi Little V lebih di Centrum (kalo dibandingin sama Ngon), bersebelahan dengan rumah makan Indonesia “Si Des”. Kalo menurut saya, untuk makanan di Little V kurang umph, tapi resto ini menang ambience dan minumannya yang jauh lebih variatif dibandingkan Ngon. Buat yang pengen lamaan dan nyaman ngobrolnya, Little V menang deh. The food itself is not that bad, cuma emang kalo dibandingin Ngon sedikit dibawah untuk rasanya. O ya, kalo saya liat Little V ini punya cabang di Rotterdam.

Eksterior dari Little V. Image via delicioustravel

Sebagian interior dari Little V. Image via Travellust.

Menu yang pernah saya pesan di Little V. Foto dokumen pribadi.

Nah, karena tiba-tiba kangen masakan Vietnam (kalo kita bela-belain ke Den Haag cuma buat makan suami males hihi), minggu lalu saya dan suami browsing buat nyari restoran Vietnam di dekat-dekat tempat tinggal kami (kira-kira yang ga lebih dari 20 KM jaraknya dari rumah kita lah wkwk). Thanks to Google, kebetulan kami nemuin satu restoran yang kalo diliat dari review-nya lumayan bagus (bintang 4 dari 5), nama restorannya “Vin Pearl”. Lokasinya bersahabat banget, karna terletak di Stationplein, bersebelahan dengan stasiun kereta dan terminal bus Den Bosch. Setelah kita liat dan menimbang kalo menunya cukup kids’ friendly (setidaknya buat anak-anak kami), lalu cus-lah kami ke sana. O ya, sebelumnya kami sudah buat reservasi terlebih dahulu buat amannya.

Pintu masuk Vin Pearl. Image via Dailydinner.

Kami reservasi untuk makan malam jam 17.30 (di rumah kami biasa makan malam paling lambat jam 18.00). Sesampainya kami di sana, cuma kami pelanggan yang dine-in di jam yang sama, dan sekitar sejam kemudian baru ada pelanggan lainnya. O ya, restoran ini juga menerima delivery order via thuisbezorg.nl, dan kayanya si yang order untuk delivery ini lumayan banyak karna pas kita di sana pelayannya lumayan sibuk bolak-balik. Untuk ukuran restoran asia, interiornya lumayan bagus dan ga corny (saya cuma ga suka musiknya). Pelayannya cukup sigap, menu-menu yang kami pesan juga lumayan cepat keluar dari dapurnya.

Sebagai appetizer, saya dan suami memesan fresh cold spring roll dan crispy pancake, sementara anak-anak memesan lumpia goreng isi ayam. Rasa dari kedua makanan yang kami pesan bikin fresh dan ga berat, sesuai dengan tujuan makanan pembuka. Untuk main dishes anak-anak pesen mie goreng (kebanyakan tauge kalo kata anak saya yang perempuan), suami pesen rolled minced beef dengan rice noodles, sementara saya pesen beef pho. Kedua main dishes yang suami dan saya pesan dua-duanya tidak mengecewakan. Menurut saya rasa kuah Pho-nya cukup balance – ga keasinan ga flaw juga ga bikin eneg rasanya. Yang lumayan menarik dan belum pernah kami coba adalah menunya suami. Jadi si minced beef-nya itu digulung pake piper leaves, sejenis daun sirih tapi rasanya agak beda dan ga tajam. Sementara si rice noodles-nya ga tau dikasih apa tapi warnanya jadi agak keunguan gitu dan rasanya gurih. Surprisingly good lah.

2017-06-11-11-20-49

Banh Xeo or crispy pancake with beef, beansprout and onion (foto dok. pribadi)

2017-06-11-11-35-00

Goi Cuon Tom or fresh cold spring roll with shrimp and veggies filling (foto dok. pribadi)

2017-06-11-11-39-11

Banh Hoi Bo La Lot, grilled minced beef rolled with piper leaves (foto dok.pribadi)

2017-06-11-11-42-09

Pho Bo Tai atau Beef Pho (foto dok. pribadi)

Sebagai penutup, kami nyoba salah satu menu dessert mereka, yaitu Vin Pearl Matcha Green Tea. Menurut kami rasa green tea-nya terlalu subtle alias ga terasa, yang menonjol adalah rasa susunya. Enak si tapi agak kurang sesuai ekspetasi saya.
All in all, restoran ini menurut saya lumayan otentik dan enak masakannya. Besar kemungkinan ini bukan terakhir kali saya akan makan di sana (dengan catatan restorannya ga tutup atau pailit ya hehe). Lumayan lah sebagai pelepas rindu kalo lagi kangen sama masakan Vietnam 🙂

“Vietnamese food has probably been saved from the mass market because most people never master the sauces and condiments that must be added to the food, at the table, for its glories to become apparent. It’s too much trouble, and a lot of people don’t like asking for help, especially if the interaction involves some linguistic awkwardness.” – Tyler Cowen

Resep Lontong Isi/Arem-arem a la Mama dan Bakwan Sayur Goreng

IMG_20170529_101437_453

Beberapa waktu yang lalu, out of nowhere, tiba-tiba saya mimpiin lontong isi-nya mama saya. Mimpinya aneh banget ya hihi. Tapi lontong mama saya itu memang ga ada duanya deh (buat saya dan kakak-kakak-adik saya at least hehe).

Lontongnya itu gurih, karena biasanya mama pakai santan. Kali disebutnya arem-arem ya karena pake santan hehe (sampe sekarang saya ga tau bedanya arem-arem sama lontong sebenernya si hihi, kami nyebutnya selalu lontong isi aja). Trus isinya suka dikasih ranjau – cabe rawit. Kalo kegigit cabe rawitnya, buat orang yang ga kuat pedes kaya saya ini bisa langsung kelojotan trus kelabakan cari minum deh haha.

Mumpung saya lagi mood dan juga karena sekarang lagi bulan Ramadhan (khas banget kan lontong pake bakwan goreng untuk menu berbuka puasa haha), jadilah akhirnya dua hari yang lalu saya putuskan (ciee) buat bikin lontong isi. Untuk resepnya saya langsung kontak mama buat bikin contekan haha. Bersyukur mama sekarang udah lebih jago nge-type di whatsapp dan line, jadi saya bisa cepet dapet resepnya 😉

Supaya ga hilang resepnya (dan ga perlu ganggu mama lagi), saya mau tulis resepnya di sini hehe. Yang agak krusial sebenernya bumbu untuk isinya, karena untuk ini agak susah untuk dapetin rasa yang pas dan cocok kalo udah nyoba lontongnya mama.

Buat temen-temen, siapa tau abis liat postingan ini ada yang terinspirasi dan mau coba bikin buat menu tajil hari ini (ato beli juga boleh hahaha).

Yuk monggo diliat resepnya 🙂

Bahan-bahan:

Untuk lontongnya:
– 350gr beras putih
– 300ml air putih
– 100ml santan
– Daun pisang secukupnya (cukup untuk sekitar 12 – 15 lontong)
– Garam secukupnya (kurang lebih 1 sdt)

Cara membuat:
campur semua bahan ke dalam panci, masak hingga mendidih, kemudian kecilkan apinya. Setelah airnya mulai surut, aduk nasi sambil diketruk (saya bingung bahasa indonesianya apa hahaha, maksudnya supaya si nasi ini jadi lebih rapet, nyatu dan tidak mencar). Matikan api, tapi sesekali tetap diaduk dan diketruk nasinya.

Untuk isinya:
– 1 buah kentang ukuran besar, kupas dan potong dadu kecil
– 2 buah wortel ukuran sedang, kupas dan potong dadu kecil
– 250 gr fillet ayam (boleh bagian dada atau paha)
– Daun seledri dan daun bawang masing-masing satu batang (atau sesuai selera)
– Gula pasir secukupnya (+ 1 sdm atau sesuai selera)
– Bubuk penyedap secukupnya (maggi block atau royco)
– Garam secukupnya
– Lada hitam secukupnya
– Minyak goreng untuk menumis bumbu

Bumbu untuk isinya (haluskan):
– 3 butir bawang putih
– 1 butir kemiri
– 1/2 sdt bubuk kunyit (atau 1 cm kunyit segar, bakar sebentar)
– 1 sdt garam
– 1/2 sdt lada putih bubuk

Cara membuat:
Pertama rebus fillet ayam dengan 1500ml air, 1 sdt garam, 1/2 sdt lada, 1/4 biji pala bubuk, 2 cm jahe. Rebus hingga daging matang, kemudian potong dadu. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai wangi, kemudian masukkan potongan kentang dan wortel, aduk rata, kemudian tambahkan ayam yang sudah dipotong dadu tadi. Tambahkan bumbu-bumbu lainnya (gula, garam kalo masih diperlukan, bumbu penyedap (kalo pake) dan lada hitam bubuk). Terakhir masukkan daun seledri dan daun bawang, kemudian kecilkan apinya. Cicipi dan tambahkan garam atau gula hingga rasanya sesuai selera. Masak hingga kentang dan wortel matang. Isi siap dipergunakan (bisa juga dipake untuk isi risol kampung, cuma tinggal ditambah bihun :)).

Untuk membuat lontongnya, siapkan daun pisang (jangan terlalu kecil, tapi jangan terlalu besar juga ya), kemudian ambil kira-kira satu sendok makan munjung adonan lontong, pipihkan merata di daun. ambil kurang lebih satu sendok teh munjung adonan isi, kalo suka pedes bisa ditambahkan cabe rawit di tengah isi ini, kemudian gulung lontong (usahakan supaya isinya tidak terlihat dan ada di tengah-tengah), tekuk kedua sisi daun. Lakukan hingga semua adonan lontong habis.

Siapkan panci untuk mengukus lontong. Setelah air di dalam panci mendidih, letakkan lontong yang sudah kita buat tadi ke dalam panci kukusan. Kukus lontong selama kurang lebih 30 – 45 menit (atau 1 jam kalo ngerasa belum yakin mateng, cuma pastiin air kukusan ga habis sama sekali ya 😝). 

Lontong siap disajikaaan.

O ya, di sini saya juga tambahin bonus resep bakwan goreng ala Anis ya hihi, secara ini bakwan goreng gampang banget (tinggal aduk trus goreng dehh).

Resepnya yang utama yaitu tepung terigu dan sayur iris siap masak (kalo di sini saya suka pake bami/nasi pakket yang banyak dijual di supermarket. Kalo ga ada yang siap pakai, boleh sayurnya dipilih sesuai selera – kalo saya minimal ada wortel, tauge, kol dan daun bawang – seledri). Kemudian untuk bumbu-bumbunya: 1 sdt kunyit bubuk, 1 sdt garam (atau lebih, sesuai selera), 1 sdt gula, 1/2 sdt bubuk penyedap rasa (saya biasanya pake maggi block), 1 sdt bawang putih bubuk, 1 sdt ketumbar bubuk, dan 1/2 sdt lada halus. Aduk semua jadi satu, trus goreng deh sesuai selera sampai adonannya habis.

Makin lengkap kalo makan lontong dan bakwannya disiram pake sambel kacang!