Kids · personal

Saya (Ibu) Sharent?

“Sharent: A parent who regularly uses social media to communicate a lot of detailed information about their child.”

Macmillandictionary.com

I admit, dalam urusan persosmed-an saya termasuk yang lumayan aktif. Facebook saya punya (dari Oktober 2007 coba!), Instagram saya ada (walau paling telat gabung – baru punya pas tahun 2014 kalo ga salah, itupun lupa password dan akhirnya 2015 bikin akun baru lagi 😅 – yang saya tautkan di blog ini), Path pun walau akhir-akhir ini makin jarang tapi sempet lumayan sering juga saya share aktivitas anak-anak saya di sana. Suami saya sendiri kebalikan dari saya. Dia ga punya akun medsos apapun (pake WA aja gara-gara kenal saya hehe).

Setelah beberapa kali baca mengenai sharent atau sharing parent di beberapa artikel dan tulisan di blog, saya kadang jadi mikir, apa anak-anak saya ga masalah kalo saya posting kegiatan atau foto mereka di medsos saya.

b5d47d0dcca0b2e3ffa28b9f0d986679
Saya kayanya termasuk tipe Curator nih. Kalo suami jelas Anonymous 🙂

Satu waktu saya pernah tanya ke mereka, apa mereka keberatan kalo saya posting foto-foto mereka di sosmed saya ( yang paling kecil mah ya belom bisa jawab ya hahaha). Yang paling besar langsung jawab “ngga kok mama, it’s ok. Toh mama juga posting fotonya bukan yang aneh-aneh. Lagian kan aku juga jadi dikenal orang (diem-diem narsis 😅).” Sementara yang nomor dua apa kata yang pertama dia setuju aja wkwkwk. Yang nomor tiga belum bisa protes jadi ya terima aja (maafin mama ya nak kalo kamu ga suka mama posting fotonya kamu 🤗). Setelah denger jawaban mereka seketika hati saya jadi lega. At least ga ada pertentangan antara saya dan anak-anak. Suami sendiri menyerahkan pertimbangan masalah beginian sepenuhnya ke saya, karna sebagai orang dewasa sudah sepatutnya saya tau segala konsekuensi dan tanggung jawab dibalik perpostingan saya dimanapun (termasuk di blog ini).

Sebenernya alesan saya posting anak-anak cukup sederhana si, lebih karena banyak kerabat dan sahabat suka nanya gimana keadaan anak-anak. Klise ya hehe. Kalo keluarga inti si ga perlu liat medsos deh, tiap hari saya kirimin foto mereka haha (bosen-bosen dehhh).

Tujuan saya membuat akun di sosmed sendiri bukan untuk merahasiakan pribadi saya. Maksudnya gini. Kalo kalian ketemu saya aslinya dengan apa yang saya posting atau bilang di profil di medsos ya sama aja. Tapi bukan berarti saya obral data pribadi saya, ini lebih kepada kepribadian saya sendiri. Lagian nama legal saya bukan yang saya pake buat ID juga.

Begitu juga dengan lokasi. Kecuali pas lagi di luar negeri baru deh saya mau sharing lokasi saya huahahaha (norak bin belagu, padahal alesannya kalo share loc rumah sendiri takut ketauan kalo tinggalnya di kampung! hihihi). Kadang pas posting foto di instagram suka juga saya tautkan lokasinya. Cuma biasanya kalo saya posting foto dengan lokasi itu bukan real time alias postingnya suka belakangan. Sharing location menurut saya agak riskan (terutama kalo kita punya akun medsos yang bisa diakses sama siapa aja). Gini-gini saya kan masih penakut dan parno-an hehe.

Kembali ke sharent dan non sharent. Saya si salut sama mereka yang tahan untuk mencoba tidak berbagi informasi mengenai anak atau keluarganya. Saya sendiri ga tau ke depannya masih akan cerita mengenai anak-anak atau ngga. Mungkin aja suatu waktu nanti anak-anak datang ke saya dan bilang “mama, jangan posting foto aku lagi di sini” atau “jangan tulis segala sesuatu tentang aku di blog ya ma”. Atau kalo dateng keluhan dari suami, maka saya pun akan manut sama kemauan mereka 🙂 Toh apa yang saya lakuin sekarang bukan sesuatu yang wajib hukumnya. Kalo saya ga sharing ya ga mati juga wkwkwk. Untuk sementara, selama belom ada komplen dari pihak mana pun terutama keluarga inti, saya akan nikmati privilege ini dan mencoba untuk ga melewati batas kewajaran biar mata yang ngeliat (atau membaca) juga ga sakit-sakit amat dan perut ga mules sampe pengen muntah ya :)))

*featured image, credit: michiganradio.org

6 thoughts on “Saya (Ibu) Sharent?

  1. Aku termasuk yg ga berani share foto dan nama anak. Tp klo cerita sih apa aja ya, termasuk kategori STFU, hahaha. Krn klo ibu2 lain heboh ngebahas ASI dan MPASI— aku sukanya googling dan share ttg bowel movement (poop) dan masalah tidur anak.

    Liked by 1 person

    1. aku juga sekarang nyoba ngurangin nyebut nama anak-anak mbamem dan setelah posting tulisan ini langsung instagramku kugembok hahahha (gatau bertahan sampe kapan si hihi).

      Like

  2. Kalo di IG dan FB ku jarang share foto anak, adapun mereka tampak samping ato belakang. Soalnya dua socmed itu cem Aquarium ya 🤣🤣🤣🤣✌🏽
    Kalo Path adalah sedikit dikit, soalnya temanya lebih selektif

    Liked by 1 person

    1. dulu aku juga gitu mba kiky, jarang banget posting foto anak-anak di instagram sama facebook (IG kan aku masih baru hihi dan FB aku pernah taunan vakum ga update sama sekali). Untuk privacy aku setuju kalo path temennya lebih selektif (karna lebih sedikit yang punya akun kayanya), cuma mungkin karna banyak kerabat dan temen yang masih lebih aktif di fb akhirnya akhir-akhir ini aku mulai kembali aktif di fb (biasanya postingan dari instagram). Nah, settingan fb kan emang informasinya terbatas dan cuma bisa diakses kalo ada koneksi sama aku, abis aku nulis di sini settingan instagramku aku ganti dan ku gembok sekarang wkwkwk.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s