Buggy Andalan saat Traveling dengan si Kecil

Disclaimer:
Tulisan ini sama sekali bukan endorse-an ya. Ini murni pengalaman saya pribadi dan ga ada embel-embel promosi (tapi kalo yang kebetulan saya sebut berminat mengendorse saya dengan senang hatii menerima loh hahaha). Pengalaman saya dengan yang lain pun belum tentu sama, jadi mon maap kalo ga sesuai sama pengharapan ya sis.

Jadi critanya nih saya mau berbagi pengalaman kepada ibu-ibu (dan bapak-bapak) yang kali aja mau traveling dengan anaknya, trus bingung stroller atau buggy apa yang harus dibawa/disewa. Kebetulan udah beberapa kali saya traveling dengan si kecil sejak dia masih bayi, baik cuma berdua ataupun bareng-bareng dengan suami dan kakak-kakaknya.

Kami sendiri udah dua kali ganti buggy buat si kecil. Yang pertama adalah Quinny Zapp xtra 2, dan yang terakhir adalah Good Baby atau GB Pockit. Dari segi harga, kedua buggy ini ga begitu jauh beda dan ada di kisaran harga yang sama. Saya beli GB Pockit setelah sebelumnya pake yang Quinny untuk anak saya. Si Quinny saya jual dengan alesan kurang compact dan berat sodara-sodara. Dari segi kenyamanan si quinny ini lebih oke sebenernya, cuma waktu itu saya dihadapkan pada pilihan harus nyari buggy yang lebih ringkes dan gampang dilipat-buka tanpa bantuan orang lain (saya harus mudik cuma berdua sama si bayi). Satu syarat lain yang harus terpenuhi adalah bukan stroller umbrella karna saya ga suka kalo pas dilipet masih bulky gitu juga hahaha (dohh rempong amaaat emak ini ya).

Dari beberapa buggy yang udah pernah saya coba dan naksir (sempet mikir mau beli Recaro easylife dan GB Qbit), akhirnya saya menjatuhkan pilihan kepada GB Pockit. Bukan yang plus ya ibu-ibu, tapi yang reguler. Bedanya GB Pockit yang plus dan tidak plus adalah kalo plus bagian sandarannya bisa diluruskan sampai hampir datar (untuk posisi tidur), sementara yang tidak plus sandarannya fixed alias ga bisa di-recline (dan harganya sedikit lebih murah). Dulu nih ya padahal saya ga suka banget sama bentuk si pockit yang menurut saya aneh dan ga kece ini. Ditambah lagi harganya juga lumayan kan. Keliatannya ga sebanding lah sama si buggy yang keliatan rapuh gitu.

Tapi ya ibu-ibu, setelah dua kali saya bawa si buggy pas traveling yang lumayan menantang medannya, saya bisa dibilang puasss sama performa dese haha. Selain beratnya yang cuma sekitar 5 kg (jauhh lebih ringan dibandingkan buggy lain yang tersedia pas saya beli), walaupun keliatan ringkih ternyata si buggy termasuk kuat loh. Trus untuk melipat dan membukanya juga gampang dan cepat. Posisi terlipat juga kecil, yang tentunya jadi bikin lebih gampang buat nyimpennya ya (handy banget pas kita traveling by train). Satu lagi, keranjang di bawah dudukan buggy ini juga lumayan gede dan bisa nampung maksimal 5kg barang si kecil atau barang belanjaan kita.

Cuma emang sayang sun canopy si pockit ini basa-basi banget. Jauh sama yang Quinny punya. Ga kepake lah kalo kita pas di tengah-tengah sinar matahari atau pas lagi hujan. Dari segi diameter ban juga saya kurang suka karna kecil (walau pada prakteknya masih sufficient-lah). Selebihnya beneran rekomen deh, terutama kalo buggy bukan alat utama si kecil dan cuma sebagai “tempat ngaso” ya. O ya, satu alesan kenapa saya lebih milih yang pockit biasa dan bukan yang plus adalah karna menurut saya yang plus bentuknya keliatan berantakan kaya orang make baju yang ga pas gitu wkwkwk. Sebel saya liatnya. Plus anak saya termasuk yang ga rewel kalo kebetulan ketiduran (di buggy), dalam posisi duduk pun gapapa, makanya saya pikir ya udah lah yang biasa aja, toh kita ga mau si kecil kebiasaan tidur di buggy juga hehe. Dan terbukti dari sepanjang perjalanan summer kemarin, mau sepanas apapun, se-uncomfortable dan serempong apa juga si kecil kalo emang udah maunya tidur ya dia mah tidur aja, ga pake cranky ato ngeluh buggy-nya ga enak (daripada gendong sepanjang dese tidur kan ya boook, guna bener lah si buggy ini).

Advertisements

4 thoughts on “Buggy Andalan saat Traveling dengan si Kecil

  1. Aku lihat di YouTube, compact bener ya ini kalau sudah dilipat, bisa dibawa kayak tas, jadinya ringkes. Kami pakenya City Mini stroller by Baby Jogger yang 3 roda. Dari awal punya ya cuma ini aja. 3 bulan awal kami gendong ga pakai stroller sama sekali, gantian aku dan suami. Baru beli itu pas dia sudah umur 3 bulan lebih. Sampai sekarang masih terakomodasi dan berasa puas. Ngelipetnya cuma ditarik satu tangan sudah kelipet jadi dua. Jadi kalau pas digendong, tangan satunya bisa ngelipet stroller. Tutup depannya panjang sampai nyaris ke depan. Sandaran belakangnya bisa dikebelakangkan sampai posisi nyaris lurus kayak tidur. Selama ini dipakai roadtrip masih ok masuk mobilnya.

    Like

    • Iya Denn, si pockit ini ukurannya boleh dibawa ke kabin pesawat jadi lumayan handy kalo pas traveling by flight.

      Baby jogger juga keceee, aku liat di review-review bagus juga, tapi kan dia lebih mahal dari pockit makanya ga masuk kandidat wkwkwk πŸ˜‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s