Challenges · daily stuff · indonesia · Kids · life · marriage life · personal

Cerita Satu Dekade: 2018-2019.

Fiuh, sampe juga ke dua tahun terakhir dari cerita dekade saya wkwk. Buat yg belum baca tahun-tahun sebelumnya, cek aja postingan saya sebelumnya ya (males bikin link 😅).

2018: the Year of Visit.

Di tahun 2018 saya kedatangan tamu spesial, sahabat saya bersama suami dan anak-anaknya dateng ke sini mengunjungi kami. Mereka stay di sini selama kurang lebih 3 minggu di bulan April. Kemudian di bulan Juni saya mudik ke Indonesia berdua si kecil di waktu lebaran Idul Fitri. Seneng rasanya karna udah beberapa tahun lebaran di Belanda sendiri (bareng keluarga dan beberapa teman aja), suasananya ga spesial, jadi kaya hari biasa aja.

Inem dan Ijah 🤣

Sewaktu liburan musim panas kami keliling ke beberapa negara naik kereta (tapi pulang dengan pesawat haha). Perjalanan yang seru dan ga terlupakan buat kami. Di tahun ini suhu udara sepanjang musim panas di Eropa mentereng banget. Sepanjang trip kami ini suhunya tiap hari (rata di semua negara yang kami singgahi) rata-rata berkisar di angka 30° – 35° celsius. Kunjungan dimulai dari kota Nijmegen, kemudian via Deventer menuju Berlin. Dari Berlin kami bergerak ke Praha, yang dilanjutkan dengan pergi ke Wina (Vienna). Dari Vienna kami naik kereta malam (rekomen!) menuju Italia, tepatnya Roma. Kemudian dari Roma kami bergeser ke daerah Liguaria dan menetap di La Spezia. Tujuan kami ke sana adalah untuk mengunjungi Cinque Terre, lima desa yang keberadaannya dilindungi oleh UNESCO.

Fontana di Trevi yang ramenya melebihi pasar!
Kalo ini di Cinque Terre nih, tepatnya di Monterosso al Mare. Totally not recommended to visit in August, too crowded!

Dari La Spezia kami kemudian menuju Bergamo dan menginap semalam di sana. Pengalaman kami cukup menyenangkan di kota Bergamo ini. Istilahnya melampaui ekspektasi kita lah. Sayang kami cuma stay semalam di sana, jadi ga bisa yang bener-bener jalan ke sekitar situ juga. Salah satu restoran sushi yang ada di sana sangat saya rekomendasikan deh.

Sushi endeus

Tujuan kami nginap di Bergamo adalah untuk memudahkan mobilisasi kita sebenernya, karna flight yang kita ambil berangkatnya dari bandara Milan Bergamo situ. Dari Bergamo kami terbang ke Weeze, Jerman. Ini pertama kali buat kami terbang ke situ hahaha, semata karna tiket yang saya temuin paling murah ke situ dan kebetulan banget jaraknya ga jauh dari Nijmegen (tempat suami saya parkir mobil 😂).

Oh ya, di tahun 2018 ini saya dan suami sempet traveling spontan berdua. Ceritanya bulan madu versi kesekian haha. Dari beberapa kota kandidat, akhirnya kami putuskan untuk pergi ke Split di Kroasia. Lagi-lagi patokannya adalah harga tiket 😂. Awalnya saya pengen ke Dubrovnik juga, tapi ga keburulah secara kami cuma tiga hari di sana wkwkwk. Wong di Split aja kami ga sempet ke tempat wisata yang sedikit jauh dari pusat kota. Tapi segitu aja udah bikin saya hepi.

Salah satu sudut di Kota Tua (Diocletian’s Palace) di Split, Kroasia.

Split ga mengecewakan buat saya (dan suami), satu hari nanti kalo ada yang ngajak ke sana saya bakal iyakan deh. Makanannya enak-enak (kalo mau tau lebih lanjut, tunggu tulisan saya berikutnya ya😅). Itu ya, weekend di sana berdua suami udah tiket pesawat, hotel dan makanan yang lumayan fancy (*tsah), kayanya total kami cuma spend sekitar €500 deh. Kan saya seneng hahaha. Memang enaknya kalo jalan-jalan ke kota di wilayah Eropa tengah dan timur biaya perjalanannya sedikit lebih murah dibanding kalo kita ke Eropa bagian barat dan utara.

Jalan-jalannya ke pasar 😁

2019: Tit-bits in A Year.

Cerita tentang tahun lalu yang masih terlalu fresh justru susah deh haha. Bingung apa yang bisa diceritain. Di awal tahun 2019 saya dapet kesempatan untuk ketemu dengan temen-temen baru. Berawal dari diajak ikutan gabung dengan perkumpulan (online) yang punya hobi sama di Eropa. Dari situ mengerucut dan ketemu sama (mantan) anggota-anggotanya yang tinggal di sekitar Belanda. kemudian saya mutusin untuk mulai belajar Bahasa Belanda lagi, dengan target lulus examen NT2 B1. Sebenernya ini buat jaga-jaga aja si, kali aja nanti perlu. Alhamdulillah saya lulus semua examen-nya. Mungkin tahun ini saya mau ikut kursus lagi dan mencoba ikut examen yg B2, tapi sementara ini masih belum ada tindak lanjutnya hehe.

Souvenir dari Gouda 😆

Tahun 2019 kemarin akhirnya kami berkesempatan mudik sekeluarga ke Indonesia. Selain Indonesia, kami juga mampir ke Kuala Lumpur selama 4 hari dan transit 20 jam di Doha. Selain kumpul bareng keluarga saya, kami juga pergi ke Kajen untuk menengok keluarga besar almarhumah mama-nya D dan E. Mereka terakhir ke Indonesia tahun 2015, jadi keluarga besar semua kangen sama mereka. Alhamdulillah kami masih dikasih kesempatan untuk ketemu dengan Mbah-nya anak-anak sama Gusti Allah. Suami sempat ngucap, bersyukur kami bisa mampir ke sana, karna melihat kondisi Bapak waktu itu (karna selain sakit, memang beliau juga sudah sepuh). Dan firasat suami saya benar akhir minggu lalu kami mendapat berita duka cita dari Kajen. Setelah selama kurang lebih 2 minggu dirawat di Rumah Sakit, beliau menghembuskan nafas terakhir.

Bisa liat KL Tower dari tempat kami stay.

Di bulan November adik saya yang paling kecil berkunjung ke tempat kami di sini. Berawal dari cerita mama saya kalo dia memutuskan untuk berhenti dari kerja. Selain jenuh, adik saya juga ngerasa fisiknya semakin payah dan capek. Dari situ saya pikir kenapa gak ke sini aja, mumpung bisa tinggal agak lama. Setelah semua beres, akhirnya dia bisa berangkat dan tinggal di sini selama sebulan. Dan karena ini adalah yang pertama kali keluar negeri (sendirian pula!), semua bener-bener jadi pengalaman baru buat dia. Dulu saya dan dia udah kaya kucing dan anjing kan. Ga nyangka anaknya bisa survive hidup bareng satu bulan sama saya hahaha.

Ke Paris bertiga 🤣

Sebagai penutup cerita kali ini, setelah berbagai kota jadi pertimbangan untuk kami kunjungi untuk mengisi liburan akhir tahun, akhirnya kami putuskan untuk pergi ke Luxembourg. Kota ini jadi pilihan karna ga terlalu jauh dan kotanya indah! Beneran deh, buat temen-temen yang kebetulan lagi ada di sekitar Belanda atau Belgia, coba mampir ke Luxembourg. Ga akan nyesel 😊

Luksemburg.

All in all, saya bersyukur telah diberikan hidup yang penuh warna oleh Allah SWT. Alhamdulillah apa yang dulu menjadi keinginan banyak yang Allah kabulkan. Kebahagiaan, kesuksesan, kesedihan, kehilangan dan perubahan yang terjadi sepanjang perjalanan hidup saya menjadi pembelajaran buat saya di tahun-tahun mendatang (insyaallah). Semoga saya selalu ingat untuk lebih banyak bersyukur kepada Allah SWT, semakin berkualitas hidupnya dan bertambah tingkat kesabaran, keikhlasan, dan tawakal-nya. Aamiin

Greeting from us ❤