nature · photography · travel · visited cities

Jalan-jalan ke Hallerbos (Blue Forest)

Di masa-masa bepergian lagi dibatasi (bahkan dilarang di beberapa negara), biar ga nesu sambil mengenang masa kita masih lebih bebas kemana-mana, saya mau menceritakan salah satu pengalaman sewaktu berkunjung ke Hallerbos atau Blue forest yang terletak di wilayah Halle, Belgia.

Walau udah lumayan lama pengen ke sana, rencana ini baru kesampaian tahun lalu, setelah riset kecil-kecilan dan beberapa kali nanya ke temen yang kebetulan sudah pernah ke sana dan tinggal di Belgia. Yang lumayan membantu juga adalah website resmi mereka, yang setidaknya tiap minggu menginformasikan perkembangan keadaan di hutan. Tahun lalu minggu-minggu kedua dan ketiga April adalah waktu paling bagus untuk berkunjung, karena di minggu-minggu ini si bluebells alias blue hyacinth hampir sebagian besar sedang bermekaran. Sayangnya karena Belgia sekarang menutup akses ke dalam negara dan membatasi pergerakan warganya (hanya boleh keluar/beraktivitas di dalam commune/kecamatan atau kabupaten masing-masing), website resmi mereka pun tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang kapan waktu mekarnya bluebelles untuk tahun 2020 ini. Semoga tahun depan semua kembali normal dan hutan dibuka kembali untuk umum ya.

Akses menuju hutan sebenernya ga terlalu sulit. Dari Brussels Central Station (Brussels CS), ada bus dengan rute tertentu yang pada musim semi khusus berhenti di halte yang lokasinya tidak terlalu jauh dari hutan. Lamanya dari Brussels CS ini sekitar 30 menit. Untuk kendaraan pribadi, pihak commune dan pengelola hutan menyediakan beberapa lokasi parkir, dengan jarak menuju hutan bervariasi. Kalo niat berkunjung ke sini sewaktu musim mekar, saya sarankan untuk pergi agak pagi. Selain cahaya yang didapat akan lebih bagus, juga akan memudahkan kita untuk dapat tempat parkir yang lumayan strategis. Penting loh ini, terutama buat yang perginya bawa anak-anak. Sewaktu kami ke sana, kami parkir di parkiran P1 dan karna masih lumayan pagi di parkiran ini masih ga gitu banyak mobil yang parkir. Pas kami pulang ya ampun, parkirannya udah membludak sampe susah keluar saking banyaknya mobil yang parkir di pinggir jalan. Selain itu juga banyak orang yang jalan lalu lalang dan tukang jualan (lah, kayak kalo ada layar tancap di lapangan ya wkwkwk).

Medan di hutan lumayan accessible untuk buggy (terutama yang rodanya besar), tapi dengan sedikit usaha ya alias ga gitu gampang. Pihak pengelola hutan memberikan beberapa pilihan walking track, mulai yang jaraknya ga begitu jauh alias pendek, medannya datar atau naik turun, sampe yang rutenya mengelilingi seluruh hutan. Marka atau penanda arah di dalam hutan juga lumayan jelas, walo di beberapa persimpangan ada beberapa yang bikin bingung (atau mungkin kami yang agak oon baca peta ahahah). Di spot-spot tertentu juga disediakan tempat istirahat, semacam bangku-bangku piknik gitu buat kita sejenak istirahat disela-sela tracking. Btw, ga ada tempat beli makanan di dalam hutan ya, jadi kita harus bawa bekal sendiri kalo mau piknik 🙂

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung ke hutan ini: Di dalam hutan ga tersedia WC alias toilet umum ya. Ada beberapa portable WC di dekat parkiran sebelum masuk hutan, tapi ya ampun kondisinya bikin saya dan anak saya trauma hahaha. Trus sebagaimana mestinya kalo kita hiking atau jalan-jalan ke hutan, jangan lupa bawa bekal minum dan snack atau makanan. Di sana ga ada tukang dagang keliling dan ga ada keran untuk isi ulang air minum. Bawa semua perlengkapan pake ransel untuk memudahkan kita bergerak. Jangan lupa bawa kamera atau handphone yang ada kamera tentunya, karna sayang banget kalo kita gak mengabadikan pemandangan yang lumayan langka ini.

Sepanjang mata memandang: biru 🙂

Walaupun ga gitu banyak restoran atau cafe, di deket salah satu tempat parkiran (P4 dan P5 kalo ga salah) ada cafe yang lumayan banyak seat-nya. Di cafe ini ada indoor dan outdoor seating-nya dan selain pilihan minuman mereka juga ada menu makanannya. Satu yang pasti, mereka punya toilet bersih yang kita perluin :)). Seinget saya, pilihan makanan yang mereka tawarkan agak terbatas (dan lumayan mahal), makanya sewaktu ke sana kami cuma minum kopi dan susu coklat dingin untuk anak-anak (padahal sepanjang jalan udah minum melulu, demi WC ini wkwkwk).

All in all, I would say that it was a great visit (for me at least). Walau kami (baca: suami) harus nyetir bolak-balik 3 jam cuma demi ngabisin waktu sekitar 3 jam di hutan ini, melihat hamparan bunga cantik di hutan ini bikin hati saya bahagia. Ah, semoga pandemi ini segera berlalu ya..semoga Allah kasih kita kesempatan lagi untuk melihat keindahan-keindahan lain yang diciptakan-Nya yang ada di dunia ini (aamiin).

SEMANGAT SEMUA! This too shall pass, Insya Allah.

2 thoughts on “Jalan-jalan ke Hallerbos (Blue Forest)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s