Beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Belanda

Rute penerbangan dari Amsterdam ke Batavia jaman dahulu kala. Lamanya perjalanan bisa sampe 2-3 bulan! (lokasi: Aviodrome, Lelystad).

Setelah beberapa tahun menetap dan lumayan sering berkomunikasi dengan bahasa Belanda dalam kehidupan sehari-hari (ya iyeala secara anak-anak ngomongnya pake boso LondoπŸ˜…), saya baru sadar kalo ternyata lumayan banyak kata-kata yang saya kenal dalam bahasa Indonesia mirip-mirip dengan bahasa Belanda loh. Kadang penulisannya yang beda tapi pelafalannya sama, atau sebaliknya, tulisannya sama tapi pelafalan berbeda. Kalo tulisan mungkin bahasa Belanda lebih banyak yang mirip dengan ejaan lama sebelum ada EYD ya.

Pelafalan alfabet dalam bahasa Belanda juga hampir semua hurufnya sama dengan bahasa Indonesia loh. Ada beberapa huruf yang dilafalkan secara beda. Huruf “G” dalam bahasa Belanda diucapkan seperti orang yang sakit tenggorokannya hahhaha “kh(Γ©)”, trus “J” yang dilafalkan “yΓ©”, “Q” dilafalkan “ku’h” (short u), huruf “Y” yang diucapkan “Γ©y” (kadang disebut igrek😁). Saya agak ragu tapi kayanya huruf “U” juga kedengerannya beda deh.

Saya mau list kata-kata apa aja yang saya ingat di sini, supaya nanti kalo pas kebetulan lagi berkunjung ke sini jadi pede (lah hubungannya apa ya🀣).

  • Jas; dalam bahasa Belanda dibaca “yas” (“a” pendek), sementara dalam bahasa Indonesia adalah “jas” (kurang lebih artinya sama, yaitu jaket).
  • Koetsir; dalam bahasa Belanda dibaca “kutsir” (“i” pendek), kata ini sama dengan “kusir” (atau supirnya delman🀣) dalam bahasa Indonesia.
  • Velg; ini udah pada tau lah yaa apa artinya 😁.
  • Knalpoot; dalam bahasa Indonesia dibaca knalpot.
  • Gratis; yak, arti dalam bahasa Belanda dan Indonesia sama, cuma kalo dalam bahasa Belanda pelafalannya “khratis” hahaha.
  • Korting; atau diskon. Saya baru tau ternyata istilah ini datengnya dari bahasa Belanda wkwk.
  • Spekkoek; kue spekuk alias lapis legit. Bedanya kalo kue spekuk di sini pasti berempah, beda dengan lapis legit yang ada di Indonesia.
  • Tas; baik dalam bahasa Belanda dan bahasa Indonesia dibaca sama dan bermakna sama.
  • Horloge; artinya jam tangan, dibaca kurang lebih “horloosje”, mirip dengan kata “arloji” dalam bahasa Indonesia 😁
  • Vulpen; kurang lebih dibaca “voulpen”, mirip sama kata “pulpen” dalam bahasa Indonesia.
  • Potlood; alias pensil. Kalo bahasa orang dulu pensil suka disebut potlot kaaan hihi.
  • Beha; (dibaca “bΓ©ha) artinya BH atau bra. Cukup jelas kan πŸ˜‚.
  • Versnelling; bahasa Indonesianya adalah persneling kalo ga salah ya? Ituloh, yang buat ganti gigi di mobil.
  • Rotonde; kalo dalam bahasa Inggris disebut “round about”, saya ga tau istilah bahasa Indonesia lainnya (bundaran kayanya ya), cuma seingat saya kalo lewat bundaran mama saya suka bilang rotonde wkwkwk.
  • Te laat; dibaca telaaat alias telat alias terlambat! Hahaha.
  • Klaar; artinya selesai, macem orang betawi ngomong “kalo dia udah turun tangan, pasti kelar urusannya”
  • Precies; artinya sama dengan kata “persis” dalam bahasa Indonesia.
  • Slot; berarti “mengunci”, mirip sama istilah “selot” yang suka dipake sama orang tua jaman dulu (setidaknya ortu saya haha) kalo nanya “pintu udah diselot belom?” 🀣.
  • Kasteel; atau kastil.
  • Kantoor; dalam bahasa Indonesia penulisannya aja yang beda (kantor), artinya sama.
  • Kapot; alias rusak 😁.
  • Kapper; saya suka denger kalo di indonesia yang tukang potong rambut suka dipanggil kaper kan ya?
  • Tegel; dibaca “tΓ©khel” yang berarti ubin. Di indonesia juga dipake kan ya kata “tegel” ini?
  • Gordijn; dibaca “khordain” atawa gorden ibu-ibu πŸ˜‚.
  • Straf; berarti dihukum/hukuman. Kalo bahasa Indonesianya suka dieja “setrap” haha (kayanya si bahasa lokal aja ini hihi).

Duh kayanya kalo saya mau terusin bakalan panjang banget ini tulisan hahaha. Sementara udah dulu yaa, kalo ada yang mau nambahin boleh loooh ditulis di kolom komen 😊

Advertisements

Kalo Orang Belanda Ulang Tahun*. .

  • Hampir bisa dipastikan bukan cuma yang ulang tahun aja yang dapet ucapan selamat, tapi juga orang-orang yang deket sama dia, termasuk mereka yang mungkin ga saling kenal tapi kebetulan barengan. Jadi misalnya nih, saya ulang tahun, trus mertua saya ngucapin selamat (ulang tahun) ke saya, plus ngucapin selamat ke suami juga anak-anak. Kalo yang kaya gini si ga gitu aneh ya. Cuma jadi bikin kagok kalo pas kita dateng diundang ke tempat orang lain. Kagok karna kita kudu ngucapin selamat ke semua orang yang dateng ke pesta ulang tahun itu wkwk.
  • Kado yang didapet akan langsung dibuka di depan orang yang ngasih. Kalo buat kita ini kadang kan berasa ga enak ya, takutnya yang ngasih kesinggung kalo kita ga suka kadonya (atau ga enak hati takut ketauan harganya hahaha). Kalo di sini biasa kaya gitu sis. Maksudnya mereka ga gitu masalah sama yang “shallow“kaya gini hehe. Mereka bahkan kadang kasih kita bon kado-nya supaya kalo memang kurang berkenan atau kitanya dapet dobel (atau udah punya) bisa kita tuker ke tokonya dengan barang lain.
  • O ya, selain buka kado di depan mata, yang berulang tahun juga biasanya bikin semacam wish list gitu kira-kira apa yang mereka mau sebagai hadiah. Ini handy sih menurut saya. Selain kita jadi tau kalo kado kita pasti disukai yang ulang tahun, kita juga bisa kira-kira yang mana yang pas dengan kantong kita (atau kalo perlu patungan dengan yang lain).
  • Jangan banyak berharap pulang ke rumah dengan perut kenyang. Kecuali orang Indonesia/Asia, ulang tahun di sini kalo bukan umur-umur tertentu biasanya ga dirayakan secara besar-besaran. Besar-besaran di sini dalam arti ngasih makan berat trus ngundang sekian puluh orang gitu lah. Kalo kamu ulang tahun trus mau ngundang-ngundang, biasanya cuma buat orang-orang terdekat aja. Seandainya mereka ngadain pesta ulang tahun, hampir bisa dipastikan kalo makanan yang disediain bukan makanan berat alias makanan ringan misalnya kaya chips, temen ngemil pas minum/kacang-kacangan (mereka nyebutnya “borrelnootjes), keju yang dipotong kubus, dan crackers beserta spread-nya. Paling ultimate kalo tamunya dikasih potongan kue ultahnya juga. Buat minum biasanya mereka nyediain kopi, teh, jus-jus atau minuman kemasan dan bersoda gitu, dan tentu saja beer.
  • Jangan heran kalo yang ulang tahun cowo suka dipanggil “jarige job” atau kalo cewe dipanggil “jarige jet”; dan pas ulang tahun ke-50 tiba-tiba yang ulang tahun namanya jadi “Sarah” atau “Abraham” πŸ˜‚. Kadang mereka naro boneka trus ditempelin muka yang ulang tahun dan dihias kaya opa-opa atau oma-oma. Banyak juga yang pasang dekor lebih gila lagi, nempelin poster-poster lucu yang intinya ngerjain yang ulang tahun di sepanjang depan rumahnya.
  • Khusus buat anak-anak, biasanya selain tentu dengan keluarga inti, mereka akan merayakan ulang tahunnya juga di sekolah. Jangan ngebayangin yang mewah-mewah ya. Ngerayain di sini sebenernya cuma dalam artian mereka boleh kasih traktiran yang bisa berupa “snoepjes” alias sesuatu yang manis kaya cupcake dan permen atau yang bentuknya kecil seperti chips atau pop corn. Kalo sekarang suka ada juga yang bikin traktiran buah atau sayuran biar lebih sehat 😁

Saya nemu chart ini di twitter, kurang lebih begitulah alurnya kalo kita dateng ke pesta ulang tahun orang BelandaπŸ˜†

Image via twitter/rspruijt

*berdasarkan pengalaman pribadi aja yaa, belum tentu orang Belanda merayakan ulang tahunnya kaya gini hehe.

Best Nine 2018.

As a sum up before we wrap 2018 up within few hours, I would like to share with you, nine of my best moments that happened in 2018. Well, at least ones that I remember 😊

*all are in no particular order. I write them based on my memory πŸ˜…

  • A quite succesful summer trip with three kids (one of them are toddlerπŸ˜…) by train to several cities/countries (Berlin, Prague, Vienna, Rome, Cinque Terre, Bergamo). Although the weather was quite challenging but no big drama happened and everyone was healthy enough (once or twice one of us had minor sickness) to enjoy the holiday!

  • Having a chance to celebrate Idul Fitri in Indonesia with my mum and siblings (also friends and relatives). Although I went to Indonesia not for long and only with the youngest, we still could manage some good family trip, meet up some close friends and enjoying the eid celebration that I’ve been missing for couple of years.
  • One of my best friend came to visit me together with her family and stayed with us for few days. I don’t know how to describe it, but having someone you’re close to back from the hometown to see how you’re doing here makes your heart warm I guess :). My husband know them well as well and he knows how they meant for me so he didn’t mind them to stay either. Plus, you won’t feel any burden when the guests are self-conscious and voluntarily help you at home (you know what I meanπŸ˜‰). And as a bonus, they brought us quite a lot of stuff that only exist in Indonesia 😁.
  • Having an escape trip to Split, Croatia with my husband 😊. My mom in law was so sweet she’s willing to take care of our kids (especially our 2 year old son) on a weekend. The city self had been served us very well. The food was amazing, as well as the view and the ambience – they were superb, it was surprisingly better than we expected. A recommended place to visit I must say.
  • This year our toddler has shown positive development on his motoric skills, from getting better in walking and talking, to eating or finishing puzzles by himself. You really can see how a year can make things so different. I cannot believe how things changed so quickly (alhamdulillah wa syukurillah). And this November he just started his school period. Well, its just a playgroup (they called it here “peuterspeelzal”), he’s just Two after all! It was a bit of unplanned actually. At first I just wanna try the system by registering him on a playgroup closeby home (lazy mama 😜). The reason was because some friends here said that usually it takes like minimum 6 month before your kid can start to join in a class (due to high demand). But that not happened with Fabian. We were quite lucky I guess, because we only had to wait like a week (or two, not quite remember 😁) before he can start to join the group. First week was a success, but then the week after there were some dramas happened. The reason he became cranky on that week apparently because he was sick (stomach flu). Luckily afterwards things were doing OK. No soap opera when I leave or pick him up at school. Big achievement of the year 😊

View this post on Instagram

Despite the flu and the rain (almost the whole day), he still managed and willing to go to school today. At first everything was OK. When we arrived at school, he went to his favorite corner and forgot about me being there 😁. But, after the goodbye dance and the waved, suddenly he cried and didn't want to let me go. What a drama 🀣 The teachers asked me to just go and leave him there. I left him with the teachers while he cried but I couldn't resist not to peek. From the window I could see that at first he still resisted and just stood next to the door while crying. Thank God it didn't take long until he stopped crying and grabbed the teacher's hand to join the others. When I picked him up, the teacher told me that at one time after playing outside, he suddenly cried and was looking for me (again πŸ˜…). Luckily it was only a short one and afterwards she said everything was fine. On the way back home I asked him about the cry and try to give him explanation about the situation as well as his behaviour. He seemed to understand and regretting what he did today. Well, we just see what will happen next wednesday πŸ˜‚ Akh ja, just like what his dad say, "het is een gewoon jongetje". He's just a little normal boy like others, things like this are normal in this period of time πŸ™‚ Ps. The first two photos were on the way to school, the next three were on the way back home, and the last one was his interpretation of autumn in watercolor 🀣 . . . #latepost #toddler #son #peuterspeelzaal #schooltime #2y3m #loveofmylife #nofilters #instadaily

A post shared by anis ketels (@anis.ketels) on

  • Alhamdulillah everyone received a bless from Allah SWT to reach and experiencing a new milestone (: age) this year. In January was my first son; in April was my mom; and then in August were me, mom in law and the youngest. September was the time of my daughter, which also happened to be our 5th wedding anniversary (yay to us!); and then lastly in November was my husband’s turn to have his birthday.
  • Our backyard has been positively busy this year. The tulips were blossoming during the Spring time. And then during the summer time we got overwhelmed by so many courgette/zucchini and cucumber delivered from plants our kids have planted in the backyard. And recently, my husband found the pizza oven that fits to his dream πŸ™‚ Although in my opinion the oven is way too expensive, but since he is seldom buying things crazily for his hobby (well, close to none actually), I didn’t mind him having the oven 😁.

View this post on Instagram

I have zero experience on gardening. Last year we renovated our backyard and I was thinking, why not plant some tulips there. At first I was worried they wouldn't make it, but I decided to just give it a go. Few months later, I am grateful they came out beautifully cheering up our backyard. lafff ❀ ps. The planting time of the #tulip bulbs around end of October – early November and they came out fully #blossomed in the beginning of April and if we're lucky enough they would last until around of June ☺ Dulu sewaktu masih tinggal sama orang tua di Indonesia, saya ga pernah ngelakuin yang namanya berkebun. Tahun lalu sewaktu kebun belakang rumah kami direnovasi, saya nekad nyoba-nyoba nanem bunga tulip juga. Sebenernya kawatir pada gagal alias mati tapi saya tetep nyoba aja. Beberapa bulan kemudian, alhamdulillah mereka mekar dengan indahnya di taman kami. ps. Waktu tanam tulip adalah sekitar akhir oktober-awal nopember, dan sekitar awal April mereka akan mekar sepenuhnya. Kalo beruntung mereka akan tetap cantik sampai sekitar Juni ☺ . . . @uploadkompakan @kompakerspekanbaru #uploadkompakan #uk_kompak2ndanniversary #tulips

A post shared by anis ketels (@anis.ketels) on

  • I received quite an amount from my pension arrangement in Indonesia. As some of you may know, I resigned from my work last year after my unpaid leave period has finished. At first I thought that I wouldn’t get anything from my pension arrangement (Taspen, THT) since I didn’t qualify the required period to receive pension (only 3 months less sniff). But some of my ex office colleagues said that I still could retrieve the certain pension (one time only, not monthly. They called it THT? Or Taspen if I’m not mistaken). After browsing a bit on the internet, I decided to just give it a go. Nothing to lose and I was there at that time anyway. After completing all the documents needed, I went to the appointed bank, submitted the documents, and then waited until the bank transferred the money to my account. Its as simple as that πŸ™‚ it may be small to others, but for me it was quite a lot, especially when you thought you wouldn’t get anything from 9 years and 9 months of working πŸ˜‚. Next time I will try to write down the process on a separate post (in Bahasa), who knows maybe it could help someone who has the same situation as mine πŸ˜‰
  • And last but not least, it came to my mind that best of this year were coming from those small uncountable and unexpected things which happened in my life that give colors to my day. Even the feeling of satisfaction after ironing a pile of clothes (although afterwards came the upset feeling thinking that I have to do this all over again πŸ˜‚). Or the happines on discovering rambutan and manggis at your local supermarket and those fruits have made you got blinded (diamonds are less worth it for me if you put them side by side – at least here πŸ˜‚)

Rambutan an manggis is in da house yo!

I hope 2018 did good to you, and if it’s not, just take a deep breath and shake all those “less exciting” things off from you. Believe me, through this whole year my life was not that perfect either. There will always be rains in our life, but not to forget also rainbows that come afterwards. It’s not worth it if we only concentrate on those less-happy things than to our abundant bless. We can take them as a lesson in life and let’s hope that all will be better for the upcoming years.

All the best of luck for us in 2019!

Harapan vs Kenyataan

Idealnya:
Tiap malem saya bisa istirahat tidur nyenyak tanpa ada gangguan apapun sampe pagi alarm berbunyi.
Yang terjadi:
Ada aja gangguan menghampiri. Satu waktu anak yang paling besar ga bisa tidur karna denger suara nyamuk non-stop, di waktu lain tiba-tiba tengah malam dateng si anak gadis laporan kalo dia mimpi buruk sampe sedikit ngompol. Nah yang akhir-akhir ini lagi sering-seringnya adalah si bungsu turun dari kasur sendiri, gelap gulita jam 3 pagi ngucluk ke kamar kami. Anak ini kan ga breastfeed lagi trus dia minta tidur di kasur besar ya, jadi mudah-mudahan cuma penyesuaian aja. Kadang pake drama nangis kalo ga bisa buka pintu kamar kami trus ujung-ujungnya minta temenin di kamarnya, kadang tau-tau udah di samping saya aja berdiri sambil manggil-manggil mama (ini horor banget ya hahahaha).

Harapan saya:
Semua anak-anak kami – terutama si bungsu – pemakan segala alias ga pilih-pilih. Apa yang kita kasih/masak dia ikut makan. Masakan Belanda oke, masakan Indonesia juga ga masalah. Sayuran suka, daging, ikan, ayam oke, tiap waktunya makan piringnya bersih alias habis makannya.
Kenyataannya:
Selain yang gadis, anak laki saya dua-duanya super selektip makannya 😭. Yang udah gede ga banyak varian sayuran yang dia suka. Dia cuma doyan brokoli (jadi hampir tiap hari masak brokoli sis wkwkwk). Lain lagi sama si kecil. Sekarang apa-apa semua mau sendiri yang ngerjain. Dese baru 2 tahun padahal, kebayang kan gimana rempongnya si mama (saya!) yang amatir tapi sok protektif ini wakakaka.

Perkara makan, sebenernya dia ga susah-susah amat. Roti tawar gandum dan pizza adalah favoritnya dia. Dimakannya kadang pake mentega/margarin dan meses atau choco flakes, kadang pake mentega dan gula pasir, kadang pake keju lembaran. Harus utuh loh ya rotinya, ga perlu dipotong kecil-kecil, kalo iya yang ada dia ngambek trus marah dan ga mau dimakan si roti. Akhir-akhir ini dia lagi hobi-hobinya moles mentega sendiri. Kadang si pisaunya dijilat-jilat bahkan sebelum bersentuhan dengan margarinnya hahaha. Oh iya, dia juga suka makan roti dicelup ke kuah steamboat bikinan mamanya🀣.

Selain roti ada juga si beberapa makanan yang dia suka. Salmon asap, mackerel asap, seaweed (wakame), kentang goreng, lumpia, ketimun, salami dan champignon adalah beberapa yang dia juga doyan. Sisanya? Entahlah, udah beberapa kali nyoba masih dapet reaksi negatif jadi saya ga maksa juga.

Satu hal yang pasti si, alhamdulillah si kecil hobi makan buah (walau ga semuanya). Favoritnya dia adalah jeruk, mangga, strawberry dan raspberry.

Harapan saya:
Mau makan seberapa banyak, badan tetep kaya dulu pas di masa penghujung 20an awal 30, berat badan dan timbangan tetep stabil (HAHAHA diketawain pasti ini).
Kenyataannya:
Badanku sekarang tak begitu hiks. Berasa banget metabolisme tubuh semakin berkurang kecepatannya. Kalo dulu mau makan apa aja ga jadi lemak, sekarang perasaan baru juga liat masakan enak begitu nimbang udah nambah setengah kilo ajaπŸ˜….

Idealnya:
At least seminggu tiga kali olah raga, either jogging/jalan keliling komplek, ikut yoga atau fitness atau apalah, sepedaan kemana-mana.
Yang terjadi:
Boro-boro tiga kali seminggu, sekali-sekali aja juga bisa diitung deh buat joggingnya wkwkwk. Yoga ga suka, mau fitness juga kadang udah ga kebagian waktunya karna ada si kecil (ngeleees 😜). Sepedaan? Jujur saya males ngeluarin si sepeda dari gudang, makanya mending jalan deh, ato ga naik mobil hahaha (padahal saya ga suka nyetir). HARUS diubah kebiasaannya nih.

Kepengennya:
Kalo pas ulang tahun dikasih kejutan, anak-anak dan suami suami berubah romantis dikit, nyediain breakfast in bed (norak ya 😁), dikasih bunga, hari rileks buat mama.
Kenyataannya:
Tetep spesial si, walo yang saya harapkan ga terjadi hahaha. Setidaknya ada perhatian lebih dari suami dan anak-anak, walo ga ada kejutan samsek. Terima nasib ajaahhh 😁.

Kepengennya:
Suami bisa tag team buat urusan nyetrika, aktivitas rumah tangga yang paling saya ga suka.
Aslinya:
Dia mah mending pake baju kusut daripada harus nyetrika πŸ˜‚. Pernah ni ya pas saya lagi di Indonesia, mertua dateng dong spesial buat bantuin dia untuk urusan ini hahaha. Pa tu de rah.

Idealnya:
Anak-anak ga suka main gadget, si bungsu ga nonton yupup (youtube maksudnya πŸ˜†).
Yang terjadi adalah:
Mereka masih hobi dengan per-gadget-an dan kawan-kawan. Beruntungnya mereka ga masalah saya kasih batasan waktu dan sehari tanpa internet (kecuali si kecil yang kadang masih suka nggerutu). Lagian ngarepinnya berlebihan ya jahaha, ortunya juga demen sama gadget πŸ˜‹.

Pengennya:
Setiap ada ide nulis trus langsung bisa menumpahkannya ke tulisan di blog yang beberapa saat kemudian (at least dalam waktu sehari) langsung bisa di-publish.
Kenyataannya:
Banyak banget postingan yang mentok di tengah jalan trus mandek di draft doang hahahha. Seperti yang ini contohnya, pengennya satu hari beres trus publish. Ujung-ujungnya udah lewat seminggu belom diturunin juga wkwkwk.

Ah ngomongin harapan mah mungkin ga akan abis-abis ya. Tapi terlepas dari harapan-harapan saya itu, alhamdulillah pada kenyataannya Allah masih kasih berkah banyak banget buat saya. Hidup kalo terlalu ngoyo kurang nikmat juga kan ya hehe. Jadiii syukurilah apa yang kita punyaaaa :))

Ekspektasi saya atas Monterosso al Mare, Cinque Terre, Italy (image via youtube)

Kenyataan. CENDOL gan! πŸ˜‚ (image dok.pribadi)

Jadiii, ada yang mau sharing pengalaman tentang harapan dan kenyataan dengan saya?

Not A Summer Person.

I hate summer, to be honest. I hate dressing. I hate the heat. I hate sweaty people getting aggressively close to you when you’re walking down the street.

~ Johnny Weir.

via pinterest

Call me lame, or whatever, but I think I’m one of those people who are not really excited when the summer comes. There are lots of reasons why I don’t really like summer, some of them because:

  • Sometimes the weather can be very hot and gives “prick” to my skin. Although I was born and once lived in a tropical country, that doesn’t mean that it easier for me to cope up with the heat. Different with the situation in Indonesia, I feel that the sun here is so aggresive to your skin. To make it worse, I am not a fan of body lotion (nor sunblock on whatever form), but if I didn’t use them I know my skin would suffer a lot from the sun.
  • I (we) cannot keep the food for too long whether outside or inside the fridge. During cooler period (winter or spring and autumn when the sun lay a bit low), we normally can keep some leftover food or sauces in the fridge for a week or so. Now since the weather is getting warm, even the jam – which we kept in the fridge with a close lid – got a bit contaminated and got a “schimmel” (mold/fungus) on top of it! This also happened with breads that we kept outside the fridge. Within 3 days then the bread really need to be checked before you consume it. Same thing with fruits. They become withered also within few days. It really makes us feel that we are wasting our money only to throw things away – not fair 😦
  • I have quite hyper sensitive nose when it comes to smelly people. Since “warmth” is a good friend of them then spotting someone who affected by the “sun, sweat, and onion” is so easy to be done when the season comes. And to make it more crazy, before the lesson in our dancing class, there is always a zumba class – which means: extra SWEAT in the room, people! πŸ˜‚
  • The high season of everything which resulting overpriced tickets (and accomodation, and anything related to your holiday/vacation) everywhere! I have 2 kids who still sit in the basisschool (elementary level) and my husband’s holidays are attached to what they called as “bouwvak” (working days and holidays for workers in certain region in a year). Plus one toddler who is about to reach his second milestone within months (welcome to full price flight ticket next year son – sniff), can you imagine how much cash we need if we decide to go to mudik in the summer? Plus, in order to make the holiday not only about visiting family but also a real “holiday” that means we need to prepare extra cash for extra trip we want to do at the destination country.
  • Bicyclists here are going crazy whenever the weather is nice. I mean, you can literally see them almost in every corner of the street. I don’t mind at all with that, but the thing is that cyclists here are mostly so reckless and don’t care with other people (or vehicles) around them on the street. To make it worse, most of them act as if they have nine lives – just like a cat – and almost none of them wear safety equipment (such as helmet). For example, they go cycling side by side whether on a main road or on the small one (uncool!), using mobile phone while cycling, do not giving any sign when they want to go to certain directions, and other things that make my mind goes like “ok…whaa?”.
  • The garbage – especially the organic one – also goes rotten and creates bad smell faster during summer. And usually this will lead to more insects and flies and bugs around the backyard/house (which I don’t like!). Luckily the mosquitos here are not as barbaric as ones in Indonesia 😁
  • Unlike past years, this year I had an issue with what they called as “hooikoorts” or hay fever. Usually the fever started to come during the spring, and when you have bad luck it will lasts until summer. The cause of the hay fever is mostly the pollen (from flowers or grass). In my case, most likely it caused by the grass, since everytime I water my grass in the backyard I started to sneeze and had runny nose.

Well, summer is not that bad actually. You can do fun things as well during summer, picnic and BBQ for instance 😊 also, daylight is longer during summer, which means you feel that you have more time to do more things in a day 😁

Tiga Tahun.

three-years-old-candle

image via 3dvision-blog

“Three simple rules in life: If you do not go after what you want, you’ll never have it. If you do not ask, the answer will always be no. If you do not step forward, you will always be in the same place.”
-Anonymous.

Kemarin saya dapet (achievement) message dari WordPress, ga berasa ternyata saya udah oret-oret di wordpress tiga tahun aja. Walaupun belum konsisten tapi kayanya kalo dibandingin sama yang dulu-dulu dari segi postingan jauh lebih produktif yang ini *tsahhh. Congrats to myself yang udah (mencoba) semangat buat nulis ala-ala biar kepala ga buntu-buntu banget hehe. Semoga ke depannya makin produktif dan kreatif nulisnya, dan mudah-mudahan tulisannya pun menarik dan bermanfaat buat yang baca. AAMIIN!

What’s in a Name?

What’s in a Name?
That which we call a rose by any other name would smell as sweet..
(Romeo & Juliet, W. Shakespeare).

Is that true?
a name is just a name..?
menurut gw..nama itu penting.
let me tell u…gw punya pengalaman gw bisa admire someone only bcoz of his/her name..!
ridiculous maybe, but it’s true..mmm..dua kali…noup..tiga kali (bayangin..!!tiga kali..) gw kepentok sama yang namanya which i think is very unique..
emang sii..cuma sekedar mengagumi..tapi coba klo nama tu tiga orang bukan itu..wuiihh..mungkiiin gw ga inget juga kali orangnya..ehehe…parah ya??
gini deh..ambil contoh mawar seperti yang Shakespeare bilang tadi..
lo bayangin kalo namanya bangkai (read: bunga bangkai) ..pasti belom apa2 lo ga akan mao nyium tu bunga kaaann…meski di bilang wangi?? ya iyyaaa laa haayy…orang kan dah ngbayangin bangkai sebelom nyium tu bunga..
well..all in all..menurut gw, nama itu bagian dari estetika seseorang..more or less..it gives us first impression..dari nama orang bisa jadi cantik loooh..(hihi..meskipun bwt ke depannya sei tetap ditentukan oleh personality-nya yaaa…but still..)

what ’bout my name?
sadly..my name is similar with one of bird species..had d same name with one of our boxer (huhu…opposite sex w/ me pulaa….), also d same with one of ‘dangdut’ singer..(wkwk…what a name huh…)…
the only person who said that i had a beautiful name is someone who is so far away from here..
well..at least ada yang bilang nama gw bagus, ya ga? =)
but u know..actually i had two nick name..one is like i told u above..
d other..mmm…dipake sama penjahat perang bo!!
hehe…my other nick name’s inong (bcoz I’m half Aceh)..kemaren pas Aceh lagi rusuh-rusuhnya..panggilan keren gw itu disalahgunakan mereka yang membentuk women’s troop..they called themselves as “inong bale”..beteeeee….

jadi..kesimpulannya, I disagree with mas Shakespeare said in Romeo n Juliet..
btw bisa ngbayangin ga klo nama Romeo diganti jadi Rhoma??
huahuaahaha……lucu tuh..pasti lo semua ngbayangin mas “romeo”-nya bejenggot plus bersorban…ya gaaa???
ngaku deeeh…ehehe…

 

wkwkwk tulisan di atas itu adalah salah satu postingan yang saya buat di blog saya di tahun 2007. Begitu saya baca lagi sekarang jadi mikir lagi, siapa aja ya tiga nama yang saya kagumi itu, dan siapa juga yang bilang kalo nama saya bagus :p

O iya, sedikit cerita dibalik darimana datangnya inspirasi nama saya yang ringkes dan kurang familiar ini (biasanya kan yang banyak Anisa ya, bukan Anis which is more like a male name). Jadi dulu pas mama saya melahirkan saya, ada satu suster yang baik dan perhatian banget sama mama, namanya Anis. Nah, terinspirasi dari situ dikasihlah nama anaknya seperti suster yang baik hati itu. Kalo yang Inong udah tau dong ya, karna bapak saya orang Aceh dipanggillah saya Inong. Ngga tau kenapa cuma saya yang dipanggil Inong, padahal ada 3 anak perempuan di keluarga saya.

Dulu saya selalu mikir, ih nama saya biasa amat si, kalah keren sama nama kakak-kakak dan adik saya. Tapi semakin ke sini saya ga gitu ambil pusing, dan mungkin juga karna nama ini yang membawa banyak berkah buat saya makanya saya bersyukur nama saya apa adanya (tsaaahhh hahhaha).

Beda sama jaman dulu yang kalo ngasih nama kebanyakan ga gitu rumit, kalo saya liat trend masa kini, para orang tua (at least di sekitaran yang saya kenal) kebanyakan nyari nama yang susaaaaaahhhh banget nyebutnya. Well ga semua si ya, tapi kebanyakan gituuu. Mungkin menurut mereka makin njlimet penyebutannya makin keren ya hehe. Saya gak men-judge koookk, asli. Cuma kadang saya ngerasa kasian sama anaknya.

Sebelum saya punya anak, saya sempet cita-cita kalo punya anak akan dinamain ini dan itu. Bukan yang ribet-ribet kok, nama yang saya cita-cita-in itu kebanyakan simpel tapi menurut saya punya arti yang indah. Entah kenapa tapi kebanyakan nama yang terlintas di kepala saya kebanyakan nama cewek (qadarallah dapetnya cowok :)). Salah dua nama yang saya suka adalah Nina (dari cerita seri bergambar jaman dulu) dan Sarah (dari Siti Sarah istri Nabi Ibrahim S.A). 

Kemarin pas saya dan suami nyari nama buat anak kita mikirnya ga gitu susah (walo ga gampang juga buat nemu yang pas). Pertimbangan pertama adalah huruf pertama si bayi harus beda dari nama-nama yang sudah ada di rumah. Ini penting supaya kalo ada korespondensi ga bingung dan rancu dengan yang lain. Saya dan suami dua-duanya berawalan A, tapi untung jenis kelamin beda jadi masih lumayan lah ga gitu bingung hihihi (plus suami punya nama depan lebih dari satu jadi biasanya singkatannya lebih panjang). Anak kami yang pertama berawalan D sementara anak kami yang kedua berawalan E. Nah berangkat dari situ kami putuskan (kalo bisa) nama untuk si bayi berawalan F (biar jadi D-E-F wkwkwk). Pertimbangan selanjutnya adalah dari sisi pengucapan. Kami mau supaya nama anak kami gampang diucapkan oleh keluarga Indonesia dan juga keluarga Belanda. Satu lagi yang juga jadi pertimbangan saya pribadi (suami sepertinya ga gitu ambil pusing) adalah arti dari nama yang akan kami berikan ke anak kami. Saya ga pengen nama anak saya punya makna yang kurang baik. Ga perlu extravagant yang penting pengertiannya baik dan positif – itu pertimbangan saya. Sementara satu syarat tambahan dari suami: kasih nama yang simpel dan ga ribet. Cukup kaya nama kakak-kakaknya yang cuma pake dua nama (nama depan dan nama keluarga), ga kaya bapaknya yang namanya udah kaya kereta api hahaha.

Sebelum kami tau jenis kelamin si bayi, saya dan anak-anak suka asal nyebut kira-kira nama apa yang dimulai dari huruf f yang bisa kita kasih ke si bayi. Banyak nama untuk perempuan yang kita sebut tapi herannya dari awal saya udah kaya kepincut sama nama “fabian” seandainya si jabang bayi nantinya adalah laki-laki (walo belum 100% yakin). Mungkin itu yang namanya qadar ya. Sebelum si bayi lahir saya nyoba cari arti dari nama”fabian” ini tapi kebetulan agak susah nemunya. Sepanjang pencarian saya alhamdulillah fabian memiliki arti yang cukup bagus. Begitu fabian lahir, ndilalah tantenya fabian kasih kartu ucapan dengan arti dari nama “fabian” donggg. Kartunya sendiri dalam bahasa Jerman (karna ternyata nama fabian ini banyak di Jerman). Beruntung papa-nya fabian bisa nerjemahin jadi saya ikut tau deh arti fabian ini apa menurut orang Jerman😊.

Sekian dulu postingan (geje) dari saya hihi. Besok insya Allah posting lanjutan liburan summer kemarin. Agak ribet milih foto-fotonya, secara yang motret anak-anak, banyakan hasilnya kalo ga blur ya mencong πŸ˜‚