Day 15 Writing Challenge: The Best Compliment I’ve Ever Received

download

image via www.depressionarmy.com

There was one time when my mom and dad said that they (almost always) can trust me for anything I do. That is why most of the time whenever I asked for something they would agree. They know that I take their opinion seriously and I also committed and responsible with what I have asked to. Its a big thing for me to gain trust from my parents. Also, I know that they are proud of me for making my life less burdened to them (mostly because less hassle to be accepted in a school, university, and getting a job).

Another compliment which I think is also special came from my kids. Once my kids said to my husband and I: Papa kan best goed om iets te vertellen maar Mama zeker kan beter koken dan Papa (Papa can be very good on telling stories but Mama for sure can cook better than Papa). For me this is big, considering the fact that before I moved here I have zero skill in cooking (well, masak indomie I can lah hahhaha) and also because I just came to their life for past few years. Well, actually every compliment that comes from them always makes me feel blij. It’s just one of those things you have with the kids I guess 😊.

ps.
By posting this post means I have wrapped up my 15 day writing challenge which started in April back then. It felt like it takes forever to finish all because of my idealist mind (meh, padahal ya ga bagus-bagus juga tulisannya wkwkwk). Anyway, now I can say that finally I am done! *jogedjogedwkwk

Advertisements

Day 14 Writing Challenge: One Movie to Watch for the Rest of My Life

Image via impawards.com

Do you know what a loser is? A real loser is someone who’s so afraid of not winning, they don’t even try.

~ Grandpa

Sebenernya si saya dilema diantara dua film, tapi kalo disuruh bener-bener milih kayanya saya akan milih film “Little Miss Sunshine”. Film yang bergenre komedi satir ini bagus menurut saya. Mengangkat tema seorang gadis kecil bernama Olive yang punya cita-cita untuk ikut serta dalam kontes kecantikan. Anggota keluarganya sendiri masing-masing memiliki masalah. Ayahnya yang bekerja sebagai motivator (dan membenci kegagalan), Kakaknya yang ga mau ngomong sama sekali (sampai dia diterima di sekolah Pilot), si Om yang gay dan punya tendensi untuk bunuh diri, dan kakeknya yang pengguna drugs. Si gadis cilik ini juga ga kaya tipikal peserta kontes kecantikan yang “fake” banget menurut saya. Bersama-sama keluarganya kemudian mereka melakukan perjalanan (road trip) untuk mengikuti kontes “Little Miss Sunshine” di California. Sepanjang perjalanan ini banyak cerita seru terjadi.

Ceritanya sendiri sebenernya bikin hati saya sedih (apalagi si Kakek yang di tengah perjalanan meninggal – diduga akibat overdosis), tapi banyak hal yang bisa kita ambil untuk direnungkan dan menjadi pelajaran buat kita dari film ini.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya sertakan juga kutipan bagus lainnya dari film ini. Kalo belum nonton film ini, saya saranin nonton deh. Ga nyesel πŸ˜‰

You know what? Fu*k beauty contests. Life is one fu**ing beauty contest after another. School, then college, then work… Fu*k that. And fu*k the Air Force Academy. If I want to fly, I’ll find a way to fly. You do what you love, and fu*k the rest!

~ Dwayne

Day 13 Writing Challenge: List of my Favorites: Song, Quote, Food, Vacation Spot, Photo

Sorryyy took a while to finish the last three post of the writing challenge! I try to finish all of them this week, tho maybe I will post something else in between. Now I start the post for day 13 theme: my favorite thing(s)

Song: come to think of it, I would say that I am not able to pick only one song as the favorite one. So many songs I like, and so many memories around them. One thing I realise is that most of the time song that I like has nothing to do with the trend hehe.

Quote: I have sooo many favorite quotes, but to highlight here I would pick the one from The Alchemist.

Food: Sundanese, Betawi and Padang food, they are the best. But I also like Italians and Japanese (more on the fusion version tho hehe)

Vacation Spot: I enjoy serene places, but I also like modern cities. Not too fancy with crowd spot (I got a kind of phobia when I am surrounded by too many people lol). Based on this, I guess my favorite vacation spot would be Bali. Well, actually the spot is not important, the people I go with yes.

Photo: The one my family and I took in a hotel room when we were in London 2015 (tiny little womb of our baby was already there as well!) and the one at my wedding in Indonesia together with my parents, brothers and sisters. The latter was special because that was the first and the last time we could make a nice photo with complete family member. Less than a year afterwards, dad passed away.

famketels1

Day 12 Writing Challenge: Most Looking Forward to in the Next Six Months

“Hope, but never expect.
Look forward, but never wait.”

~ Anonymous.

Sebenernya kalo pertanyaan ini ditanya awal Januari lalu sudah pasti jawaban saya adalah mudik sekeluarga awal Agustus mendatang. Tapi rencana tinggal rencana. Berhubung adik saya akan menikah bulan April ini, saya yang harusnya mudik sekeluarga Agustus ngalah dan jadi geser waktu kepulangan saya ke April. Yang bikin agak sedih adalah saya cuma bisa pulang bareng si kecil aja, sementara suami dan dua anak saya yang lain ga bisa ikutan. Mereka kebetulan ga ada waktu libur dan karena si bungsu yang mau nikah jadilah kita kompromi dan meng-cancelled rencana awal kita.

Sebagai kompensasi, saya usul ke suami di saat summer holiday nanti kami bisa bikin semacam roadtrip ke Denmark. Rencananya kami mau kunjungan ke Billund – biar anak-anak hepi main di Legoland, trus melipir ke atas sampe sekitar Kopenhagen. Well, we will just see about this. Mudah-mudahan si suami udah ganti kendaraannya sama yang lebih legaaa biar yang di belakang bisa lebih nyaman sepanjang perjalanan hehe.

depositphotos_32866305-stock-illustration-happy-family-trip-doodle

image via depositphotos.com

Day 11 Writing Challenge: One Thing that I Would Never Change about Myself

293645_10150350830076926_1074805536_n

Umhlanga Rocks, Durban – South Africa, 2012

Mohon maaf saya ga posting challenge-nya dua hari terakhir karena sakit. Berhubung target writing challenge ini harusnya selesai Maret yang bakal berakhir besok, insya allah hari ini saya jadinya bakal posting dua besok tiga yes hahaha.

Oke, buat pertanyaan yang ke-11 ini saya lagi-lagi agak kesusahan jawabnya wkwk. Mungkin satu hal yang ga akan saya ubah dari diri saya adalah apa ya? Hahahah ampunn, boleh skip ga sih ini pertanyaan?

Btw buat jawab pertanyaan ini saya sampe nanya ke suami loh hahaha. Dan saya percaya penilaian dia hehe. Menurut dia, satu hal yang ga akan diubah dari diri saya adalah ketulusan saya (my sincerity – tsaaahhhh hahhaha). He said, other people sometimes make layer on something (whether positive or negative), while I didn’t. I just say what I wanna say. Bisa dibilang hampir sama dengan apa yang temen-temen dekat saya bilang tentang saya si hehe. Dan sepertinya saya setuju dengan mereka. Mungkin ini juga tanpa saya sadari yang bikin hidup saya jadi terasa lebih ringan (walau ya sebenernya tetep berat si wkwkwk).

Day 10 Writing Challenge: Most Embarassing Moment(s)

Image via Reader’s Digest

β€œThe rate at which a person can mature is directly proportional to the embarrassment he can tolerate.”

~ Douglas Engelbart

Pas saya dipanggil Nico Siahaan di acara kuis Superdeal Satu Milyar, ceritanya kan kita (yang dipanggil) disuruh lari-lari kecil biar keliatan heboh gitu. Begitu giliran saya maju, eh saya kepeleset donggg hahaha. Ampun deh malunya, secara kuis ini kan disiarin di TV nasional ya gaaa. Untung aja ga sampe jatuh. Kalo jatuh juga, dobel sis malunya πŸ˜‚.

Satu lagi, kayanya saya lumayan sering ngalamin wardrobe malfunction deh. Yang celana ato rok robek lah, resleting rusak, rok terbang ketiup angin sampe underwear keliatan hahaha, sampe lupa nurunin baju abis ke WC trus langsung buka pintu karna ada tamu πŸ˜‚. Satu yang lumayan masih terngiang-ngiang itu pernah satu kali pas turun dari ojek trus rok saya breeettt robek! Karna ngejar waktu supaya tepat waktu sampe kantor saya mau ga mau harus naik ojek. Kebetulan saya lagi pake rok pensil, so bagian bawahnya lumayan ngepas gitu. Saya ga berani duduk samping karna jarak tempuhnya (tsah hahhaha) lumayan jauh. Makanya saya nekat aja duduk nyemplak kaya anak lagi. Roknya saya naikkin dan pas naik sih alhamdulillah sukses. Tapi begitu sampe tujuan trus mau turun si rok ga mau kompromi lagi dan akhirnya robek deh wkwkwk.

Day 8 Writing Challenge: the Good, the Bad, and the Ugly of Me

“Only when we accept and forgive all that is or has been the good, the bad, and the ugly of our human lives can we get off the guilt trip and back into the flow. That means we must love our humanness and all of our failings; we must accept, learn from, and yes, even love our mistakes.”
~ S. Choquette

The Good:
Saya pendengar yang baik dan biasanya kalo ada temen ato kerabat yang curhat saya akan coba sebisa mungkin untuk memberikan solusi ato masukan yang bisa bantu mereka. Saya juga setia dan bisa jaga rahasia dengan baik.

Walaupun sering dibilang kalo saya orangnya logic, saya juga punya hati yang besar lohh. Saya gampang empati hehe. Apalagi sama sahabat yang udah kaya sodara.

Saya bukan orang yang ambisius tapi saya punya determinasi yang tinggi. Kalo saya udah nentuin pengen sesuatu saya akan berusaha sebisa mungkin untuk mencapai tujuan itu.

Intuisi atau feeling saya lumayan kuat. Terutama dalam hal membaca karakter seseorang (walau kadang suka ga jalan juga wkwkwk). Biasanya feeling saya lebih kenceng kalo udah ketemu langsung, tapi kadang tanpa ketemu pun penilaian saya cenderung benar. Kadang temen saya suka nanya ke saya sebelum mulai hubungan dengan seseorang. Dan kebetulan intuisi dan penilaian saya itu sampai sekarang masih bener.

Rasa toleransi saya juga cukup tinggi, dan saya termasuk yang tau untuk melakukan segala sesuatu dengan tidak berlebihan – menurut saya loh ya hehe (contoh: egosentris / narsisme (ini sama ato beda ya?) – to a certain level its still ok, but when its too much then its a big no no for me, ato over-addiction to someone or some things).

The Bad:
Penakut. Kayanya banyak banget yang saya takutin deh. Ular (nulis kata ini aja udah bikin merindinggg), ketinggian, tenggelam (trauma waktu kecil dulu pernah (nyaris) tenggelam). Sebisa mungkin saya coba untuk ga nunjukin rasa takut saya terutama di depan anak-anak dan keep doing it anyway (khususnya buat yg ketinggian dan takut tenggelam), walo buat yang ular saya tetep say NO.

Selain itu saya juga orangnya jijikan. Bisa jadi karna saya punya indera yang kelewat tajam (walo mata udah minus wkwkwkwk). Kadang agak susah buat meng-camouflage bad traits yang satu ini ni haha.

Saya kadang juga suka oversensitive dan overthink things. Sesuatu yang ga penting kadang terus kebayang-bayang dan kepikiran di otak, kadang sampe kebawa perasaan. Ini kan ga bagus yaaa.

Terus sometimes I also procrastinate. Apalagi kalo udah sama sesuatu yang saya ga suka seperti misalnya: nyetrika! πŸ˜‚.

The Ugly:
Saya orangnya kadang terlalu terus terang. Ga tau sebenernya ini jelek atau bagus. Pernah ada temen saya orang Belanda bilang kalo gaya berpikir dan behavior saya lebih kaya orang Eropa dibanding orang Asia yang kebanyakan agak susah untuk speak up alias jaim. Kalo kata dia saya kejebak dalam badan orang Asia wkwk. Entah harus seneng atau sedih.

Saya juga picky, khususnya dalam hal makanan. Saya bukan orang yang suka mencoba sesuatu yang baru. Mungkin juga karna jiwa adventurous saya kurang ya hehe. Dan saya cenderung visual, jadi kalo liat bentuk makanannya aneh ato keliatan ga oke besar kemungkinan saya ga akan nyobain wkwkwk.

Jeleknya saya lagi, orangnya suka ga enakan. Makanya kadang malah jadi ngorbanin diri sendiri buat orang lain. Oke, mungkin sampai batas tertentu ini bagus, tapi kalo udah berlebihan ya susah juga kan ya.

Walaupun saya bisa dibilang orang yang sosial, tapi saya susah untuk bener-bener dekat sama seseorang.

Sedikit OCD, makanya bawel kalo liat taplak meja mencong walau sedikit aja hahahaha.