30 Day Movie Challenge, Day 8.

Day 8: A Movie that makes You Sad

“Prayers should never depend upon the place or the people. It should depend only on your belief” 
– My Name is Khan

Kebanyakan film India yang saya tonton sukses bikin saya termehek-mehek loh hahaha (walo endingnya biasanya hepi).

my_name_is_khan_xlg

German version of the poster. Image via impawards.com


Salah satu yang lumayan masih saya inget dan bikin sedih adalah “My Name is Khan.” Dibintangi Shahrukh Khan dan Kajool, ceritanya sendiri tentang seorang pria autis dan penderita asperger syndrom yang menikah dengan seorang janda beranak satu. Awalnya kehidupan pernikahan mereka baik-baik aja sampai setelah kejadian 9/11 keluarga mereka di bully dan sang suami yang seorang muslim dianggap sebagai teroris. Anak mereka di sekolah di bully sampe akhirnya di satu kejadian meninggal. Setelah kejadian itu kehidupan rumah tangga mereka jadi berantakan. Merasa kalo kematian anaknya adalah salah dia, si suami bertekad buat ketemu presiden Amerika Serikat Barrack Obama untuk bilang kalo dia bukan teroris.

Plot pas mengejar presiden ini kadang menurut saya mirip kaya forest gump dan agak lebay (yah namanya juga film india yegaaa 😂). Selebihnya filmnya bikin sedih lah. Untung endingnya bahagia – kaya film-film india lainnya haha (walo ga perfect happy endingnya).

Okeh, besok lanjut lagi ke tema berikutnya, cus!

30 Day Movie Challenge, Day 7

Day 7: A Movie that Makes You Happy.

“You know when I said I knew little about love? Well that wasn’t true. I know a lot about love. I’ve seen it. I’ve seen centuries and centuries of it. And it was the only thing that made watching your world bearable. All those wars. Pain and lies. Hate. Made me want to turn away and never look down again. But to see the way that mankind loves. I mean, you can search the furthest reaches of the universe and never find anything more beautiful. So, yes, I know that love is unconditional. But I also know that it can also be unpredictable, unexpected, uncontrollable, unbearable and, well, strangely easy to mistaken for loathing.” – Yvaine

Film yang bisa bikin saya hepi sebenernya banyak si, yang jelas selama ending filmnya ga sedih ya saya juga jadi happy biasanya ahahaha.

Sebelum milih satu film buat tema kali ini, saya browsing dulu buat cari inspirasi nih wkwk, dan akhirnya pilihan saya jatuh kepada film “Stardust”. Salah satu film favorit saya nih!

Image via impawards

Ceritanya (lagi-lagi) ringan, bergenre fantasi tentang dua dunia yang berbeda (dunia “normal” dan dunia “lain”), pemuda (yang ternyata cucunya raja di dunia lain), para putra raja yang semuanya jadi arwah gentayangan karna saling bunuh (dan ga bisa pergi dengan tenang kalo ga ada yang jadi raja), bintang jatuh (yang berbentuk seorang wanita), tiga penyihir bersaudara, dan seorang kapten kapal penangkap kilat (yang ternyata suka dandan jadi drag queen). Setting filmnya keren (saya baca kalo mereka syuting di Inggris dan Iceland), pemainnya unyu-unyu (Charlie Cox si pemeran utama prianya, Claire Danes yang jadi bintang jatuh, Sienna Miller si cewek yang disukai sang cucu mahkota, Michelle Pfeiffer sebagai salah satu penyihir, Robert de Niro si drag queen, dan banyak lagi deh), plus soundtrack-nya juga saya suka (terutama yang dinyanyiin take that hehe).

Sebagai penutup postingan kali ini, boleh lah ya saya sertakan video dari soundtrack yang saya maksud, semoga suka 🙂 (sengaja saya pilih video yang ini supaya bisa liat sedikit cuplikannya juga hehe).

30 Day Movie Challenge, Day 6.

Day 6: A Favorite Comedy Movie

Maaf yaa udah mulai ngaret nih postingnya. Di sini udah beberapa hari cuaca lagi ga menentu, makanya saya lagi agak drop kondisinya, kemudian kemarin juga sibuk sama lebaran kan (halah, alesan wkwkwk). Anyway, buat film komedi favorit, lagi-lagi pilihan saya jatuh kepada film yang bertemakan agen rahasia nihh hahaha. Agak susah buat milih sebenernya karna lumayan banyak film bergenre komedi yang saya suka, tapi buat kali ini pilihan saya jatuhkan kepada film “Spy”. Drop lah nonton film ini, saya ga brenti ngakak, apalagi sama karakter Nancy (Miranda Hart) sahabatnya si karakter utamanya – Sarah Cooper (Melissa McCarthy). Belum lagi karakter Rick Ford (Jason Statham) yang hiperbolis parah sama apa-apa yang udah pernah dia lakuin selama jadi agen. Coba deh baca sedikit dari omongannya si Rick di bawah ini

“I once used defibrillators on myself. I put shards of glass in my fuckin’ eye. I’ve jumped from a high-rise building using only a raincoat as a parachute and broke both legs upon landing; I still had to pretend I was in a fucking Cirque du Soleil show! I’ve swallowed enough microchips and shit them back out again to make a computer. This arm has been ripped off completely and re-attached with *this* fuckin’ arm.

Parah kan ya hehe. Kalo belom nonton film ini boleh deh nonton, kali aja yanh lagi mellow jadi agak terhibur 🙂

30 Day Movie Challenge, Day 5.

Day 5: A Favorite Drama Movie.

If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together. – African proverb

Ditanya favorit drama saya blank awalnya. Bingung soalnya banyak yang saya syukaaa. Di challenge sebelumnya saya pernah cerita sedikit tentang film “Little Miss Sunshine” yang bisa dibilang ini salah satu film drama favorit saya. Untuk challenge kali ini khususnya buat tema film drama favorit, entah kenapa begitu liat temanya yang paling awal terlintas adalah film “The Good Lie.” 

Film ini bercerita tentang refugees dari Sudan yang beremigrasi dan menetap di Amerika Serikat setelah sebelumnya berjuang untuk bertahan hidup dari ancaman perang saudara, hewan, juga alam untuk melewati perbatasan Sudan. Mereka berjalan kaki melintasi gurun sahara menuju ke negara terdekatnya, Ethiopia dan Kenya agar bisa terbebas dari perang saudara. Setelah bermigrasi mereka harus beradaptasi dengan kehidupan di Amerika Serikat yang sama sekali berbeda dengan hidup mereka di Afrika. Aktor/aktris utama dari film ini adalah Reese Witherspoon, dan para aktor yang berasal dari Sudan yang juga disebut sebagai “the lost boys of Sudan.” Film ini sedih tapi juga lucu dan mengharukan. Gado-gado lah perasaannya. Menjadikan kita (setidaknya saya) untuk lebih menghargai kedamaian, kebercukupan dalam hidup, dan masih ada dan dekatnya saya dengan keluarga (walau sekarang jauh posisinya hiks).

Btw, kalo boleh milih drakor juga, saya bakal milih “Endless Love: Autumn in My Heart” yang dibintangi Won Bin dan Song Hye Kyo  (saya cuma tau ini dua artis hahahha). Serial ini diproduksi dan ditayangin di Korea pada tahun 2000 dan ditayangin di Indonesia tahun 2002 (yes, sebelum orang-orang heboh sama drakor saya udah duluan suka (juga sama dorama Jepang), tapi begitu demam Korea mulai mewabah di Indonesia saya udah bosen dan ga gitu tertarik lagi hehe). Ceritanya sendiri tentang anak yang tertukar sewaktu bayi, yang satu keluarga kaya sementara yang satunya lagi dari keluarga yang pas-pasan. Duh nonton serial ini saya nangis kejer loh wkwkwk. Sedih bangeeet! Buat yang penyuka drama (terutama drakor) dan belum pernah nonton serial ini coba deh di browse kali aja nemu di youtube (ato di website lain), kemungkinan besar ga akan menyesal nontonnya (halah).

Udah ah sedihnya, see you again on the next day ya =)

30 Day Movie Challenge, Day 4.

Day 4: A Favorite Horror/Suspense Movie

“We were supposed to draw a picture. Anything we wanted. I drew a man. He got hurt in the neck by another man with a screwdriver. Everyone got upset. They had a meeting. Mom started crying. I don’t draw like that anymore. How do you draw now? I draw… people smiling, dogs running, rainbows. They don’t have meetings about rainbows.” – The Sixth Sense

Beberapa tahun yang lalu, saya kejebak nonton “The Conjuring” yang pertama dulu bareng sama adik dan keponakan saya yang hobi banget nonton film horor, pulang-pulang masih kebayang-bayang hahaha. Ga kepikir kalo film ini berasa real (gatau juga kalo ini based on true story dulu). Menurut saya si horornya dapet, bahkan buat orang Indonesia yang horornya beda rasanya ama horor bule.

Tapi yang paling ultimate buat film bergenre ini mungkin “The Sixth Sense” ya. Dibilang favorit banget si ngga, tapi walaupun udah beberapa kali nonton film ini saya masih merinding juga wakaka (saya bukan penyuka film horor, which means ga akan bela-belain ke bioskop buat nonton kecuali terpaksaaaaa banget – sayang kan udah bayar kalo kebanyakan nutup mata pake tangan sambil ngintip-ngintip doang ya kaaan hahhaha).

409820150509-uau-posters-filmes-sexto-sentido-sixth-sense

Image via uauposters.com

Plotnya The Sixth Sense sendiri sangat unpredictable (terutama buat yang pertama kali nonton). Cerita utamanya berkisar pada anak yang punya indera keenam dan dia bisa lihat dan ngobrol dengan yang orang lain ga lihat (arwah orang yang meninggal tapi belum tenang). Pertama kali nonton film ini saya ga berani liat hahahaha. Serem banget! Belum lagi muka innocent campur takutnya Haley Joel Osment yang waktu film ini dibuat masih muda banget.

2016-02-10-feb-ukrkino-styleinsidermag-03

Oke segitu aja yaaa, saya ogah detail-detail hahaha atuuuutttttt (tutup muka). See ya tomorrow!

30 Day Movie Challenge, Day 3.

Day 3: A Favorite Action/Adventure Movie.

“There is nothing noble in being superior to your fellow man; true nobility is being superior to your former self.” – E. Hemingway

Lumayan banyak film bergenre action/adventure yang saya suka (saya sampe browsing loh biar ga salah hahahaha). Untuk postingan kali ini saya akan pilih film “Kingsman: The Secret Service” yang pertama kali beredar di awal 2015.

Berlatar belakang di Inggris, cerita film ini berkisar pada agen rahasia (macam Bond) yang kantor pusatnya berada di toko tukang jahit. Setiap agen memiliki julukan/sebutan nama-nama dari para ksatria meja bundar (macam Lancelot, Arthur, Merlin gitu-gitulah wkwk). Anak dari salah satu agen yang tewas ketika bertugas kemudian ikut serta dalam program rekruitmen untuk menduduki satu spot agen yang masih kosong.

Aktor-aktornya saya suka banget. Aksen Inggrisnya ituloh hahaha. Ada Colin Firth yang membimbing si calon agen anak bekas partnernya yang tewas, kemudian si anak ini (kalo ga salah dia pendatang baru di film ini deh), dan karakter antagonis yang punya logat bicara lucu diperankan oleh Samuel L. Jackson. Plot ceritanya lumayan ringan tapi seru dan kocak, jadi dari awal sampe akhir ga bosen nontonnya. Dan buat yang suka Kalo dari info yang saya lihat, film ini ada sekuelnya yang kemungkinan akan ditayangkan pada tahun ini. Aktornya makin banyakk, ada Channing Tatum, Halle Berry, Jeff Bridges dan Julianne Moore. Buat teaser bisa lihat cuplikan filmnya di bawah ini yaa 🙂

30 Day Movie Challenge, Day 2.

Day 2: A Favorite Fantasy Movie

“Some believe it is only great power that can hold evil in check. But that is not what I have found. I have found that it is the small things, everyday deeds of ordinary folk that keep the darkness at bay. Simple acts of kindness and love.” – J.R.R. Tolkien, The Lord of the Rings: The Trilogy

Umm banyak kayanya ni sist 😂 tapi kalo dipikir yang paling saya suka adalah “the Lord of the Ring” trilogy. Mau berapa kali saya tonton masih aja seru. Ditambah anak-anak terutama yang cowo pertama juga suka, jadi makin serulah kalo pas nonton bareng hehe.

Saya sendiri belum pernah baca novelnya si (peer yang tertunda – halah), jadi pas awal nonton ga punya ekspektasi apa-apa. Menurut saya film ini keren banget, terutama untuk karakter-karakternya yang lumayan solid dan believable menurut saya.

Karna film ini juga saya jadi tambah pengen ke New Zealand, buat ngunjungin lokasi syutingnya (colek Inly yang ratunya Jakarta – NZ pp wkwkwk).