Tiga Tahun.

three-years-old-candle

image via 3dvision-blog

“Three simple rules in life: If you do not go after what you want, you’ll never have it. If you do not ask, the answer will always be no. If you do not step forward, you will always be in the same place.”
-Anonymous.

Kemarin saya dapet (achievement) message dari WordPress, ga berasa ternyata saya udah oret-oret di wordpress tiga tahun aja. Walaupun belum konsisten tapi kayanya kalo dibandingin sama yang dulu-dulu dari segi postingan jauh lebih produktif yang ini *tsahhh. Congrats to myself yang udah (mencoba) semangat buat nulis ala-ala biar kepala ga buntu-buntu banget hehe. Semoga ke depannya makin produktif dan kreatif nulisnya, dan mudah-mudahan tulisannya pun menarik dan bermanfaat buat yang baca. AAMIIN!

Advertisements

Day 11 Writing Challenge: One Thing that I Would Never Change about Myself

293645_10150350830076926_1074805536_n

Umhlanga Rocks, Durban – South Africa, 2012

Mohon maaf saya ga posting challenge-nya dua hari terakhir karena sakit. Berhubung target writing challenge ini harusnya selesai Maret yang bakal berakhir besok, insya allah hari ini saya jadinya bakal posting dua besok tiga yes hahaha.

Oke, buat pertanyaan yang ke-11 ini saya lagi-lagi agak kesusahan jawabnya wkwk. Mungkin satu hal yang ga akan saya ubah dari diri saya adalah apa ya? Hahahah ampunn, boleh skip ga sih ini pertanyaan?

Btw buat jawab pertanyaan ini saya sampe nanya ke suami loh hahaha. Dan saya percaya penilaian dia hehe. Menurut dia, satu hal yang ga akan diubah dari diri saya adalah ketulusan saya (my sincerity – tsaaahhhh hahhaha). He said, other people sometimes make layer on something (whether positive or negative), while I didn’t. I just say what I wanna say. Bisa dibilang hampir sama dengan apa yang temen-temen dekat saya bilang tentang saya si hehe. Dan sepertinya saya setuju dengan mereka. Mungkin ini juga tanpa saya sadari yang bikin hidup saya jadi terasa lebih ringan (walau ya sebenernya tetep berat si wkwkwk).

Blogging Hari ini dan 10 Tahun yang Lalu.

She logged in and read a few of her old posts, smiling at the issues she had raged about and shaking her head at how some of the rants now seemed pretentious and judgmental. She had grown so much without even realizing she had.

Shweta Ganesh Kumar, A Newlywed’s Adventures in Married Land

Beberapa saat yang lalu saya baru aja dapat notifikasi dari team WP kalo tepat hari ini dua tahun yang lalu adalah pertama kalinya saya membuat blog ini. Bukannya mau sentimentil, tapi hal ini juga jadi ngingetin saya akan blog yang (pernah) saya buat sepuluh tahun yang lalu.

Iyes sodara-sodara, ga nyangka juga ternyata saya udah lumayan lama ngeblog (walopun ga aktif-aktif banget hehehe). Blog saya itu lokasinya bukan di WP melainkan di blogger.com (karna saya ga suka template-nya WP yang terlalu standar dan ga bisa dimacem-macemin – halah). Akhirnya saya kunjungi kembali blog tersebut, dan walaupun kadang ngerasa isinya kenapa bisa konyol gitu ya, ternyata ada beberapa post yang menurut saya masih cukup relevan dan berbobot (hasek).

Kalo saya liat, postingan pertama saya di blog tersebut adalah di bulan Agustus 2006 dan postingan terakhir yang saya bikin adalah di bulan Februari tahun 2012. Saya inget kalo settingan itu blog saya ganti jadi private dan invisible karna isinya udah mulai mellow dan keakuan bener wakakakaa. Malu cin kalo ada yang tau betapa cupunya saya waktu itu hihi. Tapi ada satu yang saya sadar. Semakin bertambah umur, konten yang saya tulis pun mengalami perubahan. Kalo dulu isinya kaya diary, intinya aku lah (yah namanya juga blog ya cin) sekarang sebisa mungkin kalo nulis ada sharing info buat orang lain juga. Bener apa yang dibilang di quote yang saya cantumkan di atas. Dulu mungkin cara penulisan saya cenderung lebih emosional. Sekarang juga si kadang, tapi jelas beda lah sama yang dulu hehe.

Dari semua postingan yang ada di blog itu, ada beberapa yang saya suka terutama yang quote of the day (iya, saya suka sama topik ini hehe). Makanya di lain waktu beberapa postingan tersebut akan saya share kembali di sini, tapi jangan harap saya kasih link ke blog itu deh hahaha, maluuuuu (geer kaya ada yang mau liat aja :p).

Kembali ke masa kini, saya akan mencoba untuk komit, nulis topik yang informatif dan menarik serta mem-publish hasil ketak-ketik saya lebih rutin lagi. Suka kagum kalo ngeliat orang bisa posting rutin dengan topik yang oke-oke deh. Emang dasar kali ya saya ga punya sense of writing makanya tulisannya amburadul juga. Bahkan reader pun ga banyak hahhaha. That’s not my first priority anyway, as long as I can take out some of the blurry shadows from my head hehe. I consider this blog as my pensieve to Dumbledore 😉

Sebagai pembuka re-post saya, berhubung tulisan-tulisan dari Agustus 2006 sampe akhir Desember 2006 ga mutu semua (wkwkwk iyaaa saya ngaku!), monggo dibaca re-sharing saya dari sepenggal kisahnya Hamlet (W. Shakespeare). Cukup relevan lah dengan apa yang terjadi hari ini dan bikin heboh masyarakat sedunia (dunia mereka at least ya hihi) – Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke -45. Let’s pray to God and wishing all the best for everyone.

To be or not to be, that is the question.
Whether ’tis nobler in the mind to suffer,
The slings and arrows of outrageous fortune
Or to take arms against a sea of troubles,
And by opposing, end them.
To die, to sleep..
No more, and by a sleep to say we end,
The heartache and the thousand natural shocks,
That flesh is heir to, ’tis a consummation..
Devoutly to be wished.